comscore

Permintaan Dunia Tinggi, Teten Dorong Pengembangan Industri Daun Kelor

Antara - 15 Januari 2022 17:49 WIB
Permintaan Dunia Tinggi, Teten Dorong Pengembangan Industri Daun Kelor
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Dok.MI
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendukung pengembangan produk industri daun kelor untuk memenuhi permintaan dunia yang tinggi karena dianggap memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan.

Produk pertanian tersebut menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor asal Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satunya dikelola oleh CV Tri Utama Jaya, yang memiliki pabrik pengolahan daun kelor berstandar internasional pertama dan satu-satunya di NTB.
"Dengan diolah seperti ini, yang tadinya orang pikir kelor cuma untuk mengusir hantu, tetapi justru naik kelas, bahkan disukai masyarakat dunia," ujar Teten Masduki  saat kunjungan ke pabrik CV Tri Utami Jaya di Mataram NTB, dilansir Antara, Sabtu, 15 Januari 2022.

Pabrik Tri Utami Jaya memiliki kapasitas produksi 200 ton per hari yang telah dipasarkan ke sekitar 13 negara antara lain Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa. Dalam waktu dekat CV itu mengekspor komoditas tersebut ke Madrid, Spanyol.

Teten menyatakan teh kelor memiliki protein yang tinggi bahkan tujuh kali lipat dibanding daging sapi. Selain itu juga mengandung zat besi yang tinggi hingga 25 kali lipat dari bayam.

"Kandungan ini sangat penting dikonsumsi masyarakat, terutama dalam mengatasi stunting. Di pasar dunia, kelor masuk dalam kategori super food atau wellness product," kata Teten.

Namun, lanjutnya, edukasi soal manfaat dari kelor di dalam negeri masih belum tinggi, sehingga perlu literasi tentang kelor.

Saat ini CV Tri Utami Jaya mampu mencapai pertumbuhan penjualan kelor sekitar 20-30 persen. Teten menilai pembudidayaan kelor yang mudah ditanam di berbagai tempat seharusnya bisa dimanfaatkan agar potensi ekonomi olahan daun kelor tergarap dengan baik.

Dalam membantu pemasaran model bisnis produk unggulan domestik, pihaknya mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk tergabung dalam platform lokapasar lintas batas negara, serta memanfaatkan jaringan diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh negara.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id