Bangun Pabrik Baterai, Indonesia Butuh Pasokan Lithium Impor

    Suci Sedya Utami - 15 Oktober 2020 19:12 WIB
    Bangun Pabrik Baterai, Indonesia Butuh Pasokan Lithium Impor
    Ilustrasi tambang nikel. Foto: Antara/Agung Rajasa
    Jakarta: Indonesia tengah mengembangkan industri electric vehicle (EV) battery atau kendaraan listrik berbasis baterai. Untuk memenuhi value chain industri EV Battery, MIND ID bakal memanfaatkan cadangan nikel yang dimiliki.

    Saat ini perusahaan BUMN ini tengah melakukan penjajakan dengan para mitra potensial untuk mengembangkan pabrik pengolahan nikel dengan metode High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang produk hilirnya berupa baterai.

    Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan untuk memproduksi baterai tidak hanya membutuhkan nikel, tetapi juga ada campuran kobalt dan lithium. Namun sayangnya, kata Orias, lithium tidak diproduksi di Indonesia.

    Sehingga, Indonesia perlu mendatangkan bahan baku tersebut dari luar. Orias mengatakan ada dua opsi untuk memenuhi kebutuhan lithium yakni dengan investasi di negara penghasil lithium atau dengan impor.

    "Item yang enggak ada di kita itu lithium, kita buka diri untuk investasi di luar untuk tempat-tempat yang menghasilkan lithium atau kita impor lithium," kata Orias dalam sesi diskusi virtual, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Orias mengatakan jika nantinya harus investasi, maka MIND ID akan menugaskan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Namun sebagai holding, MIND ID yang akan masuk terlebih dahulu sebagai katalis dan ujungnya nanti akan diserahkan juga pada anak usaha.

    Ia bilang, biasanya investasi di saat permintaan lithium tinggi akan membuat nilainya makin mahal. Maka dari itu pihaknya juga membuka peluang impor, salah satunya dari Tiongkok.

    "Impor bahan-bahan selama ini dari Tiongkok, bisa saja ambil dari mereka," ujar Orias.

    Dalam pengembangan EV Battery, MIND ID melalui Antam akan membentuk holding bersama PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Nantinya Antam akan fokus di sektor hulu, Pertamina di tengah (mid-stream) yang akan menyiapkan prosesnya, sedangkan PLN akan bergerak di hilir sebagai distributor.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id