Pandemi, KKP Distribusikan 40 Ribu Benih Ikan Tingkatkan Ketahanan Pangan

    Antara - 10 Oktober 2020 15:43 WIB
    Pandemi, KKP Distribusikan 40 Ribu Benih Ikan Tingkatkan Ketahanan Pangan
    Ilustrasi. FOTO: Setkab
    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan TNI AD mendistribusikan 40 ribu benih ikan. Langkah itu sebagai stimulus peningkatan produksi pembudidaya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

    "Ketahanan pangan, terutama berbasis protein menjadi fokus penguatan Kementerian Kelautan dan Perikanan di tengah pandemi covid-19," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Oktober 2020.

    Menurut dia, langkah bersinergi dengan berbagai lembaga merupakan hal penting guna menjadi akselerasi tercapainya pembangunan perikanan budidaya berdaya saing dan berkelanjutan. Bantuan tersebut terdiri dari 15 ribu benih nila dan 25 ribu benih ikan lele.

    Selain itu, dilakukan restocking 90.500 benih ikan lokal di embung Desa Sumber Makmur Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Benih-benih tersebut terdiri dari 55 ribu benih ikan jelawat, 5.500 benih ikan baung dan 30 ribu benih ikan papuyu.

    “Mendistribusikan bantuan benih ke daerah-daerah adalah komitmen kami dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dan melalui program TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) ini sangat terbantu," urai Slamet.

    Sementara itu, ujar dia, restocking benih ikan di perairan umum juga merupakan agenda prioritas rutin KKP. Ia memaparkan tujuan restocking adalah untuk mendongkrak produktivitas perikanan budidaya nasional secara berkelanjutan serta menjaga ketahanan pangan pada masa pandemi.

    Terlebih, lanjutnya, kegiatan perekayasaan perbenihan yang berkembang seperti di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandingan juga bertujuan untuk mendorong pengembangan spesies spesies lokal seperti ikan jelawat, baung, dan papuyu.

    "Saya akan terus dorong BPBAT Mandiangin dalam mengembangkan varian komoditas ikan lokal dan selanjutnya dilakukan restocking di perairan umum," katanya.

    Kepala BPBAT Mandiangin Andy Artha Donny mengaku siap untuk terus melakukan perekayasaan teknologi perbenihan dalam pengembangan budidaya ikan lokal agar tak punah. Menurut Andy Artha Donny, komoditas ini merupakan ikan yang digemari masyarakat Kalimantan Selatan.

    "Harapannya, selain ikut berperan menjaga ketahanan pangan terutama sebagai ikan konsumsi, kami juga turut aktif dalam menjaga keseimbangan alam," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id