Perdana, Ekspor Ikan Rp4,21 Miliar dari Sebatik ke Malaysia

    Suci Sedya Utami - 05 Maret 2021 13:37 WIB
    Perdana, Ekspor Ikan Rp4,21 Miliar dari Sebatik ke Malaysia
    Ilustrasi ekspor ikan ke Malaysia - - Foto: dok MI



    Sebatik: Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Bea Cukai Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melakukan ekspor ikan perdana ke Tawau, Malaysia. Nilai ekspor tersebut mencapai Rp4,21 miliar yang terdiri dari ikan bandeng dan ikan demersal.

    Penerbitan dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) oleh Bea Cukai melengkapi surat keterangan asal (SKA) dan health certificate (HC) produk ekspor tersebut. Koordinator SKPT Sebatik Iswadi Rachman mengatakan kelengkapan dokumen menjadi langkah pemerintah untuk menghindari kegiatan ekspor ilegal.






    Ekspor ini sebagai penyokong dalam menambah devisa negara dan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nunukan dalam komoditas produk perikanan. "Kita ingatkan terus para pelaku usaha perikanan agar mengurus dokumen ekspor tersebut karena prosesnya sangat mudah. Tindakan tegas juga akan dilakukan apabila eksportir tidak dapat menunjukkan dokumen kelengkapan ekspor," kata Iswadi dilansir dari laman resmi KKP, Jumat, 5 Maret 2021.

    Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Dhian Kusumanto mengatakan selama ini hasil tangkapan para nelayan dijual di pasar Nunukan atau Sebatik. Sebagian dijual hingga ke Tarakan atau Tanjung Selor, dan sebagian lainnya dijual ke Tawau, Malaysia dengan harga yang lebih menjanjikan.

    Namun, transaksi para nelayan tersebut masih dilakukan secara tradisional. Hal ini tentu saja rawan terjadi tindak pelanggaran keimigrasian karena para nelayan biasanya langsung menjual hasil tangkapannya ke pasar di Tawau tanpa melewati pintu keimigrasian yang resmi.

    "Bisa saja para nelayan tersebut ditangkap oleh aparat keamanan di Malaysia karena dianggap masuk secara ilegal apalagi ini sudah terjadi cukup lama," kata Dhian.
     
    Menurut Dhian, sinergi dengan berbagai pihak terkait perlu ditingkatkan untuk mengawal produk perikanan Indonesia tidak bermasalah di pasar luar negeri. Selain itu kegiatan ekspor perdana ini juga dapat menjadi pembuka jalan bagi pengusaha yang lain untuk mengikutinya.

    Tidak hanya kelengkapan dokumen, jaminan mutu dan kualitas ikan juga menjadi komitmen KKP agar produk perikanan yang diekspor bernilai tambah. Komitmen tersebut semakin ditingkatkan di Era Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

    Ekspor langsung yang dilaksanakan di SKPT Sebatik ini merupakan salah satu keberhasilan KKP dalam membangun daerah pinggiran Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya ikan. SKPT Sebatik juga menjadi titik pemeriksaan (check point) dan titik pengeluaran (exit point) dan pemasukan (entry point) kapal perikanan yang mengangkut hasil perikanan dari berbagai daerah di Kalimantan Utara, seperti Tarakan, Berau.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id