Apa yang Diributkan Buruh? Cek 7 Hal yang Ditolak dalam UU Cipta Kerja

    Ade Hapsari Lestarini - 06 Oktober 2020 18:10 WIB
    Apa yang Diributkan Buruh? Cek 7 Hal yang Ditolak dalam UU Cipta Kerja
    Ratusan buruh di Jatim menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Jatim, di Jalan Indrapura Surabaya, Selasa, 6 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Amal.
    Jakarta: Gelombang protes keluar dari serikat pekerja dan buruh sebagai imbas dari pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

    Sedikitnya ada tujuh hal dari beleid sapu jagat ini yang ditolak oleh buruh. Berikut tujuh hal yang ditolak buruh dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja, dikutip dari News Research Center (NRC) Media Group, Selasa, 6 Oktober 2020:

    1. Menolak penghapusan Upah Minimum Sektoral (UMSK) dan pemberlakuan upah minimum kabupaten/kota bersyarat.

    2. Menolak pengurangan nilai pesangon, dari 32 bulan upah menjadi 25 bulan.

    Baca: Benarkah UU Cipta Kerja Hapus Pesangon Korban PHK?

    3. Pesangon senilai 19 bulan upah dibayar pengusaha. Sedangkan enam bulan dibayar BPJS Ketenagakerjaan.

    4. Menolak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang bisa terus diperpanjang alias kontrak seumur hidup.

    5. Outsourcing pekerja seumur hidup tanpa batasan jenis pekerjaan. Kemudian menolah jam kerja yang eksploitatif.

    Baca: Begini Aturan PHK di UU Cipta Kerja, Ibadah dan Hamil Dikecualikan

    6. Menuntut kembalinya hak cuti dan hak upah atas cuti, termasuk cuti haid dan cuti panjang.

    7. Karena karyawan kontrak dan outsourcing bisa berlaku seumur hidup, maka buruh menuntut jaminan pensiun dan bagi karyawan kontrak dan outsourcing.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id