KKP Optimistis Indonesia Bisa Jadi Raja Eksportir Ikan Hias Dunia

    Husen Miftahudin - 21 April 2021 21:44 WIB
    KKP Optimistis Indonesia Bisa Jadi Raja Eksportir Ikan Hias Dunia
    Indonesia berada di peringkat keempat sebagai eksportir ikan hias dunia setelah Jepang, Singapura. dan Spanyol. Foto: dok. KKP



    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis Indonesia bisa merebut pangsa pasar ikan hias dunia. Berdasarkan data trademap sejak 2016-2019, Indonesia berada di peringkat keempat sebagai eksportir ikan hias dunia setelah Jepang, Singapura. dan Spanyol.

    Adapun lima negara utama tujuan ekspor ikan hias Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia, Kanada, dan Singapura.






    Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), nilai ekspor ikan hias Indonesia pada periode Januari-Maret 2021 mencapai USD9,2 juta. Capaian ini menjadi yang paling besar dibanding empat tahun terakhir pada periode yang sama.

    "Bicara soal keyakinan, insyaallah Indonesia akan menjadi negara pengekspor ikan hias nomor satu di dunia," tegas Direktur Jenderal PDSPKP Artati Widiarti dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 21 April 2021.

    Saat ini, sebutnya, KKP telah menyiapkan roadmap guna mempercepat pengembangan industri ikan hias nasional, mulai dari hulu hingga ke hilir. Dalam RPJMN 2020-2024 juga terdapat strategi pembangunan ikan hias seperti peningkatan  produksi dan mutu; perdagangan dan promosi; konservasi spesies dan habitat ikan endemik; keterpaduan data dan informasi; serta sosialisasi dan edukasi publik.

    Menurutnya, standar, regulasi teknis, dan penilaian kesesuaian juga berperan penting dalam peningkatan daya saing serta nilai tambah pada pelaksanaan strategi tersebut. "Kami memiliki peran strategis tak hanya untuk menyiasati peluang pasar baru dan promosi, namun juga untuk lebih memacu dan meningkatkan pangsa pasar ikan hias Indonesia di dunia internasional," ungkap Artati.

    Kendati optimistis, Artati mengingatkan bahwa industri ikan hias, tidak hanya ikan hias dan tanaman hias air saja, melainkan industri turunannya seperti akuarium, pernak-pernik aksesoris pelengkap, jasa perawatan akuarium, dan lain-lain. Karenanya, ia mengajak para pemangku kepentingan untuk saling berkolaborasi dan bersinergi guna mendorong kemajuan industri ikan hias.

    "Syaratnya (jika kita ingin jadi nomor satu) antara lain, semua pihak harus saling berkolaborasi dan bersinergi," ucap dia.

    Sementara itu, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP Machmud melaporkan bahwa nilai transaksi ikan hias global secara umum mencapai USD6,8 miliar pada 2019. Angka ini termasuk sarana pendukung seperti tanaman hias, pakan, akuarium, dan lain sebagainya. Merujuk globenewswire.com, angka tersebut diprediksi akan naik terus menjadi USD11,3 miliar di 2025 mendatang.

    "Ini peluang untuk kita meningkatkan ekspor, jadi orang sudah cenderung menikmati ikan hias sebagai upaya menyalurkan hobi dan kesehatan," jelasnya.

    Berdasarkan penggunaannya, pasar global ikan hias tersegmentasi pada residensial (perumahan) dan komersial. Segmen perumahan mendominasi pasar global seiring meningkatnya populasi masyarakat yang tinggal di daerah urban.

    Sebagai contoh, di Inggris terdapat empat juta rumah tangga memelihara ikan hias. Jumlah ini mencapai 14 persen dari total populasi. "Di Inggris, ikan hias yang dipelihara lebih dari 100 juta ekor dan menghabiskan sekitar 400 juta poundsterling per tahun untuk hobi tersebut," papar Machmud.

    Ke depan, Machmud berharap segmen komersil juga bisa meningkat seiring peningkatan penggunaan akuarium sebagai dekorasi di hotel, restoran, pusat perbelanjaan dan kompleks perkantoran.

    Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi ikan hias nasional terus mengalami peningkatan dari 1,19 miliar ekor pada 2017 menjadi 1,22 miliar ekor di 2018. Kemudian tumbuh menjadi 1,68 miliar ekor dengan nilai mencapai Rp19,81 triliun pada 2019.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id