BI: Inflasi Tahun Ini Bakal di Bawah 2%

    Husen Miftahudin - 01 September 2020 21:13 WIB
    BI: Inflasi Tahun Ini Bakal di Bawah 2%
    Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: Antara/ Rosa Panggabean
    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini tingkat inflasi hingga akhir tahun akan berada di bawah dua persen. Rendahnya tingkat inflasi 2020 terjadi akibat meluasnya dampak pandemi covid-19 di Indonesia.

    Kondisi ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan bahwa perkembangan harga terjadi deflasi selama dua bulan berturut-turut, yakni pada Juli-Agustus 2020.

    "Sehingga kami meyakini tahun 2020 ini inflasi akhir tahun akan di bawah batas bawah kisaran sasaran inflasi dua persenan," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa, 1 September 2020.

    Untuk tahun depan, Perry memperkirakan inflasi akan tetap terkendali dan konsisten dengan kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah yang tetap mengedepankan koordinasi yang erat untuk menjaga stabilitas harga. Baik di tingkat pusat maupun di daerah.


    "Sehingga secara keseluruhan 2021, inflasi kami perkirakan berada dalam sasaran kisaran tiga persen plus minus satu persen," paparnya.

    Oleh karena itu, Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 berada di kisaran 4,8 persen sampai 5,8 persen. Proyeksi bank sentral tersebut sedikit lebih baik ketimbang proyeksi pemerintah yang dalam RAPBN mematok pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.

    "Kami berpandangan bahwa kisaran asumsi pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi dalam penyusunan RAPBN tahun 2021 antara 4,5 persen hingga 5,5 persen, kami melihat itu cukup realistis dan juga sejalan dengan prakiraan Bank Indonesia yang kami perkirakan tahun depan kisaran pertumbuhan ekonominya antara 4,8 persen sampai 5,8 persen," pungkas Perry.

    Adapun asumsi dasar ekonomi makro pemerintah di dalam RAPBN 2021 sebagai berikut:

    - Pertumbuhan ekonomi 4,5-5,5 persen (yoy).
    - Inflasi tiga persen (yoy).
    - Tingkat suku bunga SBN 10 tahun 7,29 persen.
    - Nilai tukar Rp14.600 per USD.
    - Harga minyak mentah Indonesia USD45 barel per hari.
    - Lifting minyak 705 ribu barel per hari.
    - Lifting gas 1,007 juta barel setara minyak per hari.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id