BI Proyeksi Mei 2020 Deflasi 0,04%

    Husen Miftahudin - 15 Mei 2020 15:33 WIB
    BI Proyeksi Mei 2020 Deflasi 0,04%
    Ilustrasi - - Foto: dok MI
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprakirakan indeks harga konsumen (IHK) sepanjang Mei 2020 terjadi penurunan harga (deflasi). Tingkat perkembangan harga ini tercermin dari data survei pemantauan harga (SPH) yang dilaporkan 46 kantor perwakilan BI pada pekan kedua Mei 2020.

    Hal ini sekaligus memperbarui ramalan bank sentral terhadap proyeksi data inflasi untuk bulan ini. Pada pekan pertama Mei 2020, Bank Indonesia memproyeksi terjadi deflasi sebesar 0,10 persen (mtm), secara year to date (ytd) 0,74 persen, dan secara tahunannya sebesar 2,02 persen (yoy).

    Sementara update pada pekan kedua ini, perkembangan harga-harga Mei 2020 diprakirakan deflasi 0,04 persen (mtm). Bank Indonesia masih mengklaim angka ini lebih rendah dibandingkan capaian bulan sebelumnya.

    "Sehingga inflasi secara tahun kalender sebesar 0,80 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 2,08 persen (yoy)," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangannya yang diunggah di laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 15 Mei 2020.

    Adapun penyumbang utama deflasi pada Mei 2020 ini berasal dari komoditas telur ayam ras yang tercatat mengalami penurunan harga sebesar 0,09 persen. Kemudian bawang putih 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, cabai rawit 0,03 persen, emas perhiasan 0,02 persen, kangkung dan bayam masing-masing sebesar -0,01 persen.

    Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang inflasi pada bulan ini, yaitu daging ayam ras yang mengalami kenaikan harga sebesar 0,05 persen. Kemudian bawang merah yang harganya naik 0,03 persen dan angkutan udara 0,03 persen.

    "Lalu udang basah, ikan tongkol, jeruk, dan air minum kemasan yang masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,01 persen (mtm)," urai Onny.

    BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran virus korona (covid-19) dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id