Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan yang Rugikan Negara Rp1,18 Miliar

    Suci Sedya Utami - 06 April 2020 12:59 WIB
    Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan yang Rugikan Negara Rp1,18 Miliar
    Petugas Bea dan Cukai menggagalkan upaya penyelundupan satu kontainer 40 feet bermuatan 1.542 roll polyester woven fabrik atau kain dari polyester di Semarang. Foto: Medcom.id
    Semarang: Petugas Bea dan Cukai menggagalkan upaya penyelundupan satu kontainer 40 feet bermuatan 1.542 roll polyester woven fabrik atau kain dari polyester.

    Kepala Kantor Wilayah Ditje Bea Cukai (DJBC) Jateng DIY Padmoyo Tri Wikanto mengatakan penyelundupan impor tersebut sangat mencederai dan mengkhianati negara. Nilai barang selundupan tersebut berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp1,18 miliar.

    Importasi kain dari Tiongkok tersebut mendapatkan fasilitas fiskal dari Pemerintah berupa penangguhan bea masuk dan tidak dipungut pajak. Sehingga saat dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang masih terutang bea masuk dan pajak.

    Seharusnya barang tersebut langsung dibawa ke PT BML selaku perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat untuk kemudian diolah menjadi barang jadi berupa produk tekstil dengan tujuan utamanya untuk diekspor.

    Ironisnya, kata Padmoyo, upaya penyelundupan tersebut dilakukan pada saat negara sedang menghadapi permasalahan yang serius sebagai akibat dari mewabahnya covid-19. Negara membutuhkan anggaran banyak untuk penanggulangan wabah. Namun, upaya penyelundupan tersebut justru mencuri uang rakyat dan terkait dengan perusahaan yang notabene mendapat fasilitas dari negara.

    "Bea Cukai akan menindaklanjuti kasus tersebut secara serius. Siapapun yang terlibat akan diproses, bahkan jika justru perusahaan yang bermain, maka selain akan diproses sesuai ketentuan hukum, izin Kawasan Berikat juga akan dicabut," kata Padmoyo dalam keterangan resmi, Senin, 6 April 2020.

    Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC ateng DUI, Moch Arif Setijo Nugroho menjelaskan kronologi penindakan. Pihaknya mendapatkan informasi dari intelijen terkait adanya pengangkutan barang impor dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju salah satu perusahaan Kawasan Berikat di daerah Karanganyar yang diduga akan melakukan tindakan tidak sesuai ketentuan.

    Selanjutnya tim langsung bergerak melakukan penelusuran dan pengintaian sejak Jumat. Pengintaian akhirnya membuahkan hasil manakala truk trailer berhenti di area SPBU 44.574.18 Jalan Wonosari-Pakis, Klaten dan melakukan pembongkaran atau pemindahan muatan ke kendaraan minibus jenis grandmax.

    Mendapati kegiatan tersebut tim melakukan penindakan karena kegiatan ini diduga kuat melanggar Pasal 102 huruf d Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, yaitu membongkar atau menimbun barang impor yang masih dalam pengawasan pabean di tempat selain tempat tujuan yang ditentukan dan/atau diizinkan.

    Ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

    Saat ini seluruh barang hasil penindakan dan pihak terperiksa diamankan di  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Surakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. 



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id