Kemendag Perluas Sertifikasi Mandiri Ekspor ke Negara ASEAN

    Ilham wibowo - 20 September 2020 09:41 WIB
    Kemendag Perluas Sertifikasi Mandiri Ekspor ke Negara ASEAN
    Ilustrasi ekspor. Foto : MI/Ramdani.
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperluas pemanfaatan sertifikasi mandiri untuk peningkatan ekspor barang Indonesia ke kawasan ASEAN. Regulasi baru yang telah diterbitkan efektif mulai berlaku pada hari ini, Minggu, 20 Agustus 2020.

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memaparkan bahwa pihaknya memberi kemudahan fasilitasi ekspor bagi para pelaku usaha dalam hal penerapan sertifikasi mandiri Asean Wide Self Certification (AWSC). Pembuatan Deklarasi Asal Barang (DAB) untuk barang asal Indonesia bisa dilakukan sesuai dengan skema ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA).

    Ketentuan tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 71 Tahun 2020 tentang Ketentuan Asal Barang Indonesia (Rules of Origin of Indonesia) dan Ketentuan Penerbitan Dokumen Keterangan Asal untuk Barang Asal Indonesia dalam ASEAN Trade in Goods Agreement (Persetujuan Perdagangan Barang ASEAN).

    “Sejak tahun 2014, Indonesia telah mengimplementasikan skema sertifikasi mandiri. Namun, skema terdahulu hanya dapat dimanfaatkan oleh eksportir produsen untuk ekspor ke beberapa negara di ASEAN saja. Seiring dengan perkembangan perjanjian perdagangan ASEAN, dibentuklah fasilitasi perdagangan terbaru yaitu AWSC yang dapat dimanfaatkan oleh eksportir, baik itu eksportir produsen maupun trader, ke seluruh negara ASEAN,” papar Agus melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 20 September 2020.

    Skema sertifikasi mandiri dalam AWCS ini akan mendorong ekspor Indonesia. ASEAN hingga saat ini sebagai menjadi kawasan tujuan ekspor nonmigas yang sangat potensial bagi Indonesia.

     



     

    “Dengan demikian, pemanfaatan fasilitasi ini akan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi peningkatan ekspor Indonesia ke ASEAN dan peningkatan kelancaran arus barang ekspor Indonesia ke ASEAN,” imbuh Agus.

    Sementara itu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Didi Sumedi mengatakan penyederhanaan perizinan ekspor lewat sertifikasi mandiri ini akan mempercepat prosedur dan formalitas ekspor. Eksportir Indonesia bisa meningkat kapasitasnya ke ASEAN.

    “Dengan sertifikasi mandiri, eksportir Indonesia diberi pilihan fasilitas perdagangan untuk ekspor ke negara ASEAN menggunakan DAB yang dibuat melalui sistem e-Surat Keterangan Asal (e-SKA) di laman e-ska.kemendag.go.id; selain menggunakan SKA Preferensi (Form D) dan SKA Elektronik (e-Form D) yang diterbitkan oleh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA),” papar Didi.

    Didi menambahkan bahwa perkembangan fasilitasi perdagangan melalui sertifikasi mandiri diharapkan dapat mendukung produktivitas ekonomi dan keberlangsungan dunia usaha Indonesia. Kebijakan baru tersebut juga mendukung sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).

    “Para eksportir, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga diharapkan dapat memaksimalkan fasilitas ini,” pungkasnya.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id