Sejumlah Anggota Berharap KSP Indosurya Berujung Damai

    Antara - 30 Juni 2020 02:15 WIB
    Sejumlah Anggota Berharap KSP Indosurya Berujung Damai
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Sejumlah anggota koperasi berharap kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta berujung damai. Mereka meminta koperasi berjalan seperti semula agar dapat melaksanakan kewajiban.

    "Agar bisa tuntas membayar uang kami secepatnya," kata anggota KSP Indosurya dari Surabaya, Marsha, Senin, 29 Juni 2020.

    Marsha mewakili orang tuanya yang sudah memasuki umur pensiun dan sangat membutuhkan dana yang disimpan di Indosurya. Dana rencananya untuk kelangsungan hidup. Dia tak keberatan pembayaran dilakukan dengan mekanisme mencicil. 

    Ia bercerita, selama satu tahun menjadi nasabah, belum pernah ada pengalaman buruk dengan KSP Indosurya. Nasabah yang menyimpan uang hingga miliaran rupiah ini optimistis manajemen KSP Indosurya bertanggung jawab menyelesaikan kewajibannya kepada para nasabah.

    "Apalagi Pak Henry Surya selaku pendiri Indosurya Group sudah berjanji akan bertanggung jawab. Lagipula, bisnis Indosurya Group bukan koperasi saja. Grup ini banyak bergerak di divisi bisnis lain. Mereka pasti menjaga nama baik demi kelangsungan bisnis ke depan," kata perempuan yang seharusnya sudah menerima uangnya saat jatuh tempo pada Maret dan April lalu.

    Nasabah KSP Indosurya lainnya, Liana dan Husna, berharap dana investasi mereka setidaknya bisa dikembalikan dulu setengahnya atau 50 persen. Pasalnya, mereka membutuhkan dana tersebut untuk biaya pendidikan dan pengobatan.

    "Sisanya saya rela jika terpaksa dilunasi secara dicicil oleh KSP Indosurya," kata Liana.

    Kuasa hukum KSP Indosurya Cipta, Hendra Widjaya, menuturkan pihaknya telah menyampaikan skema proposal perdamaian kepada kuasa anggota maupun kreditur. KSP Indosurya membuka kesempatan kepada kreditur maupun kuasa kreditur untuk menyampaikan aspirasi dan masukan agar proposal perdamaian dapat diterima serta direvisi.

    "Agar para kreditur dapat mempelajari dan memberikan masukan. Oleh karena itu, sidang ditunda untuk pembahasan lebih lanjut," ucap Hendra.

    Baca:  Ikhtiar Pejabat Indosurya Kembalikan Dana Nasabah

    Hendra menyatakan KSP Indosurya memiliki iktikad baik menyelesaikan kewajiban bagi seluruh anggota dan kreditur. "Makanya, jangan sampai dipailitkan. Jika dipailitkan, maka seluruh anggota KSP menerima kerugian dan uang bisa tidak kembali," kata dia.

    Pekan lalu, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat untuk kedua kalinya menolak gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang PKPU yang dilayangkan Etty Sutjisari (pemohon) kepada Henry Surya (termohon) yang juga mantan ketua KSP Indosurya Cipta.
     
    Di persidangan Rabu, 26 Juni 2020, majelis hakim yang terdiri atas Robert, Made Sukereni, dan Desbenneri Sinaga memutuskan menolak permohonan gugatan terhadap Henry Surya dalam perkara 130/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.
     
    Potensi kerugian dari gagal bayar KSP Indosurya Cipta disebut mencapai Rp14 triliun. Lebih besar dibandingkan yang disebutkan nasabah sebelumnya saat audiensi dengan DPR yaitu Rp10 triliun.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id