Pemerintah Perlu Pastikan Anggaran Memadai untuk Pemulihan Ekonomi

    Ilham wibowo - 14 Mei 2020 08:46 WIB
    Pemerintah Perlu Pastikan Anggaran Memadai untuk Pemulihan Ekonomi
    Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
    Jakarta: Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyebut skenario pemulihan ekonomi yang dibuat pemerintah perlu memerhatikan target pencapaian penanganan pandemi covid-19. Anggaran yang dialokasikan pun perlu dipastikan memadai.

    "Mengenai program pemulihan ekonomi nasional tentunya sangat dibutuhkan untuk dapat mengembalikan aktivitas ekonomi namum perlu diperhatikan dari segi besaran dan kecepatan. Apakah nilainya cukup dan seberapa cepat bisa terealisasi," kata Shinta, kepada Medcom.id, Rabu, 12 Mei 2020.

    Menurut Shinta pihak pelaku bisnis sepatutnya mengapresiasi atas rencana pemerintah untuk merelaksasi Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penyabaran wabah semakin menekan banyaknya PHK dan turunnya produktivitas industri selama masa PSBB berlangsung.

    "Namun, perlu diperhatikan pergerakan perekonomian dan kesehatan ini saling berdampingan, sehingga perlu bagi pemerintah merencanakan strategi relaksasi PSBB yang tepat. Pasalnya tenaga kerja yang berumur di bawah 45 tahun dapat menjadi carrier virus covid-19 ke pihak lain, termasuk keluarga sendiri yang rentan dan berumur di atas 45 tahun," ungkapnya.

    Regulasi baru dalam protokol kesehatan, kata Shinta, perlu digulirkan sebelum melakukan relaksasi PSBB di daerah yang dinilai bisa melakukan aktivitas dengan aman. Para tenaga kerja pun mesti patuh dan koperatif dengan imbauan Pemeritah.

    "Kami menyarankan bahwa perlu diberlakukannya SOP yang baru secara bertahap, protokol kesehatan, komunikasi serta kuncinya adalah koordinasi pelaksanaan dalam hal mencegah penerapan covid-19 di tengah pemulihan pergerakan tenaga kerja," tuturnya.

    Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bappenas akan menambah alokasi anggaran non-operasional di Kementerian/Lembaga sebesar Rp56,5 triliun. Kenaikan anggaran tersebut digunakan untuk pemulihan ekonomi di 2021 usai pandemi virus korona (covid-19).

    "Untuk pemulihan ekonomi sendiri ada kenaikan di belanja non-operasional sekitar 55 persen atau Rp56,5 triliun," kata kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rakorbangpus secara virtual di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.

    Alokasi tambahan anggaran bagi kementerian/lembaga ini akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021. Suharso menambahkan anggaran non-operasional bisa dimanfaatkan untuk pengembangan sektor unggulan.

    "Untuk pengembangan sektor unggulan, dukungan infrastruktur, dan juga yang sifatnya mandatory terkait peningkatan kapasitas SDM. Jadi, kenaikan memang diutamakan pada K/L terkait langsung, sesuai kita punya tema," jelas dia.

    Kementerian yang akan mendapatkan kenaikan antara lain, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk pengembangan industri dan pariwisata, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memperkuat ketahanan pangan.

    Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk akses pasar dan usaha kecil menengah, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk dukungan infrastruktur, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk peningkatan kapasitas SDM.

    Sementara itu, anggaran non-operasional yang tidak berkaitan dengan pemulihan ekonomi akan tetap sama tanpa kenaikan. Bahkan anggaran untuk sejumlah kementerian/lembaga mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun ini.

    "Itu memang keadaan dan kita harus disiplin dengan kita punya RKP dan mudah-mudahan pada 2022 kita bisa lebih baik lagi dan mengejar apa yang kita tinggalkan atau tertinggal pada 2021 dan 2020 ini," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id