Apindo: Tren Investasi Mulai Serap Tenaga Kerja

    Antara - 08 April 2021 19:24 WIB
    Apindo: Tren Investasi Mulai Serap Tenaga Kerja
    Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani. Foto: Medcom.id.



    Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan peningkatan tren investasi telah mulai memberikan dampak pada penyerapan kualitas tenaga kerja yang maksimal.

    "Kita punya rasa optimisme terkait 2021 karena tren dari investasi yang masuk itu sudah mulai menunjukkan korelasi dengan kualitas penyerapan tenaga kerjanya," kata Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani, dalam webinar Indonesia Macroeconomic Update 2021, dilansir dari Antara, Kamis, 8 April 2021.






    Hariyadi Sukamdani mengatakan kemampuan investasi dalam menyerap tenaga kerja terus mengalami penurunan. Pada 2013, investasi sebesar Rp398,3 triliun mampu menyerap 1,82 juta tenaga yang berarti investasi per Rp1 triliun mampu menyerap 4.594 tenaga kerja.

    Namun pada 2014 yaitu investasi Rp463 triliun hanya mampu menyerap tenaga kerja 1,43 juta orang sehingga per Rp1 triliun investasi hanya dapat menyerap 3.090 orang. Kemudian pada 2019, investasi sebesar Rp809,6 triliun hanya mampu menyerap 1,33 juta tenaga kerja sehingga per Rp1 triliun investasi hanya dapat menyerap 1.277 orang.

    Meski demikian ia menuturkan korelasi antara investasi dan penyerapan tenaga kerja mulai membaik sejak kuartal I tahun lalu yaitu adanya investasi Rp210,7 triliun mampu menyerap 303 ribu tenaga kerja, yang menunjukkan per Rp1 triliun investasi menyerap tenaga kerja mencapai 1.438 orang.

    Untuk kuartal II-2020 terdapat Rp191,9 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja 263 ribu orang, sehingga investasi per Rp1 triliun menyerap tenaga kerja sebanyak 1.371 orang. "Jadi yang tadi menyusut ini kelihatannya pada 2020 sudah rebound," ujar Haryadi Sukamdani.

    Menurutnya, efektivitas investasi terhadap penyerapan tenaga kerja akan lebih maksimal jika investasi difokuskan pada bidang padat karya.

    Tak hanya itu, ia mengatakan tidak semua sektor harus dilakukan otomatisasi dengan teknologi tinggi seperti kelautan, perikanan, pertanian, dan produsen barang-barang rumah tangga yang masih bisa menggunakan tenaga kerja manusia.

    "Misalnya produksi bulu mata extension itu masih ada potensi yang bisa diarahkan ke sana (menggunakan tenaga kerja)," ujar Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani.

    Ia melanjutkan masih banyak juga sektor-sektor yang bisa lebih dioptimalkan seperti produksi susu, kedelai, peternakan, dan perkebunan.

    "Susu 80 persen masih impor, kedelai 90 persen masih impor, jagung, bidang peternakan dan perkebunan masih bisa digerakkan. Programnya harus targeted," ujar Ketua Umum Apindo itu.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id