comscore

Ekspor Minyak Sawit RI Hasilkan Devisa USD3,74 Miliar

Antara - 01 Mei 2021 12:42 WIB
Ekspor Minyak Sawit RI Hasilkan Devisa USD3,74 Miliar
Ilustrasi devisa hasil ekspor - - Foto: dok AFP
Jakarta: Ekspor minyak sawit atau crude palm oil (CPO) nasional menghasilkan devisa USD3,74 miliar selama Maret 2021. Jumlah itu lebih tinggi dari perkiraan ekspor Februari yang sebesar USD2,08 miliar.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyebut devisa tersebut diperoleh dari realisasi ekspor minyak sawit sebanyak 3.244 ribu ton atau 62,7 persen lebih tinggi dari ekspor Februari yang sangat rendah yaitu 1.994 ribu ton.

 



"Kenaikan harga dan volume diperkirakan menghasilkan nilai ekspor sawit Maret sekitar USD3,74 miliar," ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 1 Mei 2021.

Sementara itu, produksi minyak sawit Indonesia, Joko menyatakan, Maret 2021 naik lebih dari 20 persen menjadi 3.712 ribu ton sebagai dampak limpahan produksi Februari yang hanya sebesar 3.079 ribu ton atau 10 persen lebih rendah dari Januari.

"Namun, secara YoY sampai dengan Maret, produksi CPO 2021 ini 1,6 persen lebih tinggi," katanya.

Kemudian konsumsi dalam negeri mencapai 1.599 ribu ton sedikit terkoreksi dibandingkan dengan Februari sebesar 1.604 ribu ton.

Konsumsi minyak sawit untuk biodiesel turun 0,5 persen menjadi 625 ribu ton dari 635 ribu ton pada Februari dan oleokimia juga turun 3,4 persen menjadi 168 ribu ton dari 174 ribu ton.

Namun, secara YoY sampai dengan Maret 2021, konsumsi dalam negeri 3,8 persen lebih tinggi dari 2020.

Joko menambahkan kenaikan produksi minyak sawit pada Maret sebesar 633 ribu ton, lebih kecil dari kenaikan ekspor dan konsumsi dalam negeri yang totalnya diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta ton menyebabkan stok akhir turun dari 4,02 juta ton menjadi 3,20 juta ton.


Terkait dampak tsunami covid-19 di India terhadap ekspor minyak sawit Indonesia ke negara tersebut, dia menyatakan, hal itu belum memengaruhi. Namun demikian Gapki tetap mengikuti perkembangan penanganan covid-19 di sana.

"Kita wait and see saja perkembangannya, tapi dalam sebulan ini belum ada dampak apa-apa. Kami juga belum dapat laporan adanya hambatan ekspor ke India," katanya.

India merupakan salah satu pasar utama ekspor produk minyak sawit dan turunannya asal Indonesia.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor komoditas ini pada 2020 mencapai ke India mencapai 4,69 juta ton dengan nilai USD3,05 miliar atau setelah Tiongkok yang pada 2020 mengimpor 5,64 juta ton minyak sawit dari Indonesia.

"India tetap menjadi perhatian utama kita karena Indonesia menjadi leader pengekspor minyak sawit," ujar Joko Supriyono.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id