Merosot, AP I Catat Trafik Penumpang Terendah di Masa Larangan Mudik

    Suci Sedya Utami - 11 Mei 2021 22:30 WIB
    Merosot, AP I Catat Trafik Penumpang Terendah di Masa Larangan Mudik
    Ilustrasi bandara yang dikelola AP I - - Foto: dok AP I



    Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat trafik penumpang terendah selama masa larangan mudik di 15 bandara pada 10 Mei 2021. Trafik yang tercatat hanya sebesar 5.704 pergerakan penumpang atau turun 37,6 persen dibandingkan 9 Mei 2021 yang sebesar 9.142 pergerakan.

    Adapun trafik penumpang pada periode 6-9 Mei masing-masing sebesar 6.853 pergerakan penumpang, 6.777 pergerakan penumpang, 5.971 pergerakan penumpang, dan 9.142 pergerakan penumpang.  Total trafik penumpang pada periode 6-10 Mei yaitu 34.447 pergerakan penumpang. Sementara total trafik pesawat pada periode 6-10 Mei yaitu 1.221 pergerakan pesawat dan total trafik kargo sebesar  4.645.523 kg.

    Jika dibandingkan antara rata-rata trafik penumpang harian pada periode 6-10 Mei yang sebesar 6.889 pergerakan penumpang, dengan rata-rata trafik penumpang harian pada April 2021 yang sebesar 87.872 pergerakan penumpang, terdapat penurunan 92,1 persen. Sebagai informasi, dalam kondisi normal sebelum pandemi, rata-rata trafik penumpang harian di 15 bandara AP I mencapai 224.518 pergerakan penumpang.  

     



    "Kebijakan Pemerintah terkait peniadaan mudik berdampak terhadap penurunan trafik penerbangan di 15 bandara Angkasa Pura I," kata ujar Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi dalam keterangan resmi, Selasa, 11 Mei 2021.

    Kendati demikian, AP I mendukung kebijakan peniadaan tersebut demi menekan laju penularan covid-19. AP I mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan yang nonesensial pada masa peniadaan mudik dan setelah masa peniadaan mudik.

    Selain itu, AP I memastikan kegiatan operasional di 15 bandara yang dikelolanya pada masa peniadaan mudik sesuai prosedur transportasi pada masa peniadaan mudik seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 Hijriyah dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19. Beleid tersebut juga mengatur izin terbang bagi penumpang yang dikecualikan.

    Adapun penerbangan dikecualikan yang dapat dilakukan pada masa peniadaan mudik tersebut yaitu transportasi udara yang digunakan untuk pimpinan lembaga tinggi negara dan tamu kenegaraan; perwakilan negara asing dan perwakilan organisasi internasional; operasional penegakan hukum dan pelayanan darurat; operasional kargo; operasional angkutan udara perintis; operasional angkutan udara untuk keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga meninggal, dan ibu hamil.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id