Cabai Diproyeksi Sumbang Inflasi 0,07% di Februari 2021

    Husen Miftahudin - 19 Februari 2021 20:34 WIB
    Cabai Diproyeksi Sumbang Inflasi 0,07% di Februari 2021
    Ilustrasi cabai merah - - Foto: Antara/ M Adimaja



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprediksi perkembangan indeks harga konsumen (IHK) sepanjang Februari 2021 akan terjadi inflasi sebesar 0,07 persen (mtm). Meskipun demikian, bank sentral memastikan bahwa tingkat inflasi tersebut masih berada pada level yang rendah dan terkendali.

    "Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Februari 2021 secara tahun kalender sebesar 0,33 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,34 persen (yoy)," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 19 Februari 2021.






    Adapun penyumbang utama inflasi yaitu karena adanya kenaikan harga pada komoditas cabai merah sebesar 0,03 persen (mtm). Kemudian kangkung sebesar 0,02 persen (mtm); cabai rawit, bayam, bawang merah, daging sapi, besi beton, dan rokok kretek filter masing-masing mengalami kenaikan harga sebesar 0,01 persen (mtm).

    Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas telur ayam ras yang mengalami penurunan harga sebesar 0,03 persen (mtm), daging ayam ras dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm), tomat dan air kemasan masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

    Terkait hal tersebut, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Termasuk melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tegas Erwin.

    Pada Januari 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga komoditas mengalami inflasi sebesar 0,26 persen. Dengan perkembangan ini, inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,26 persen, sedangkan inflasi secara tahunan 1,55 persen.

    Inflasi Januari 2021 terjadi karena adanya kenaikan harga di sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, terutama komoditas bahan makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang 1,62 persen. Komoditas yang memberi kontribusi terbesar terhadap IHK antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan segar, minyak goreng, beras, dan rokok.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id