KKP Perkuat Struktur Ekonomi Pelaku Budi Daya Ikan di Indonesia Timur

    Suci Sedya Utami - 19 Februari 2021 14:10 WIB
    KKP Perkuat Struktur Ekonomi Pelaku Budi Daya Ikan di Indonesia Timur
    Ilustrasi budidaya ikan - - Foto: Antara/ Aloysius Jarot Nugroho



    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat struktur ekonomi pelaku budi daya ikan di Indonesia Timur. Salah satunya dengan mendorong penciptaan nilai tambah ekonomi bagi para pembudidaya ikan.

    Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan Indonesia bagian Timur akan menjadi prioritas untuk memperbaiki Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi). Pasalnya, rata rata NTPI di Indonesia Timur masih tertinggal jika dibanding wilayah lain di Indonesia bagian Barat.






    Padahal banyak provinsi di Indonesia Timur sebagai basis sumber daya. Dalam pengamatan Slamet, disparitas nilai tukar tersebut akibat tingkat inflasi yang berbeda-beda di setiap daerah.


    "Saya kira ini PR kita bagaimana usaha budi daya yang digeluti betul-betul efisien, sehingga ada nilai tambah ekonomi yang optimal dan pada ujungnya akan memberikan daya ungkit tinggi terhadap NTPI," kata Slamet dilansir dari laman resmi KKP, Jumat, 19 Februari 2021.

    Ia pun menugaskan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu untuk memfasilitasi akses bagi pelaku budi daya dengan intervensi bantuan langsung. Intervensi ini dimaksudkan untuk memperkokoh struktur ekonomi pembudidaya yang masih riskan terhadap guncangan ekonomi akibat pandemi covid-19.

    "Jadi selama pandemi ini kami akan konsisten terus mendorong berbagai stimulus langsung. Ini yang harus dilakukan secara cepat, tepat dan terukur. Di samping kita tetap akan pantau dan perbaiki dari hal rantai pasoknya," pungkas dia.

    Sementara itu, Kepala BPBAT Tatelu Fernando membeberkan sepanjang 2020, BPBAT Tatelu telah menyalurkan bantuan budi daya ikan sistem bioflok sebanyak 60 paket yang tersebar di enam provinsi yakni masing-masing sebanyak 28 paket di Sulawesi Utara; Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 11 paket; sebanyak 10 paket di Provinsi Sulawesi Selatan; Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak empat paket; Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak empat paket; dan di Provinsi Gorontalo sebanyak tiga paket.

    Untuk budidaya ikan hias, BPBAT Tatelu menyalurkan bantuan sebanyak lima paket di Provinsi Sulawesi Utara. Sedangkan, bantuan budidaya ikan sistem minapadi, BPBAT Tatelu menyalurkan sebanyak 15 paket di Provinsi Sulawesi Utara.

    "Intinya kami siap berada di tengah-tengah pembudidaya untuk menjamin berbagai kemudahan akses yang berkaitan dengan proses produksi, termasuk pendampingan teknologi," jelas Fernando.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id