Belanja APBD Babel Capai Rp2.05 Triliun pada Triwulan I-2021

    Antara - 15 April 2021 15:35 WIB
    Belanja APBD Babel Capai Rp2.05 Triliun pada Triwulan I-2021
    Ilustrasi belanja pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Foto ; AFP.



    Pangkalpinang: Kantor Wilayah Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan belanja pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga triwulan I-2021 di Babel sebesar Rp2.053 miliar atau 21,3 persen dari total pagu Rp9.621,8 miliar.

    "Refocusing dan realokasi belanja dilakukan pada awal tahun ini sebagai dukungan keberlangsungan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat," kata Kepala Kanwil Perbendaharaan Kemenkeu Provinsi Kepulauan Babel, Fahma Sari Fatma di Pangkalpinang, dikutip dari Antara, Kamis, 15 April 2021.






    Ia mengatakan realisasi APBN pada triwulan I-2021 meliputi belanja pemerintah pusat melalui K/L (Kementerian/Lembaga) sebesar Rp455,9 miliar (15,9 persen dari pagu sebesar Rp2.873,1 miliar) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp1.597,4 miliar (23,7 persen dari pagu sebesar Rp6.748,7 miliar).

    "Realokasi dan refocusing anggaran secara nasional dalam rangka penanganan covid-19 mengurangi alokasi APBN untuk Babel, yaitu minus Rp225 miliar untuk belanja K/L," katanya.

    Menurut dia, percepatan belanja berdasarkan langkah strategis pelaksanaan anggaran dilakukan pemerintah dari awal tahun untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, yaitu realisasi belanja pegawai Rp207,3 miliar atau 20,8 persen dari pagu.

    "Realisasi belanja barang sebesar Rp162,7 miliar atau 14,3 persen dari pagu, realisasi belanja modal Rp83,4 miliar atau 11,4 persen dari pagu, dan realisasi belanja bansos sebesar Rp2,5 miliar atau 49,3 persen dari pagu," katanya.

    Sementara itu, realisasi belanja barang mengalami pertumbuhan positif 10,6 persen dibandingkan triwulan I 2020 yang menunjukkan bahwa K/L berhasil mempercepat pelaksanaan anggarannya.

    "Realisasi belanja modal tumbuh 291 persen dibandingkan triwulan I-2020 menunjukkan percepatan pelaksanaan pembangunan fisik oleh K/L. Kementerian PUPR memberikan kontribusi terbesar yaitu 73 persen dari total realisasi belanja modal untuk pembangunan konektivitas darat (jalan dan jembatan), irigasi, jaringan, gedung, dan pengembangan pemukiman," katanya.

    Ia menambahkan pengelolaan APBN di bidang belanja pemerintah berupa belanja pemerintah pusat (K/L) dan TKDD dilakukan oleh tiga instansi vertikal Ditjen Perbendaharaan, yaitu Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung, KPPN Pangkalpinang, dan KPPN Tanjung Pandan.

    "Kita berharap belanja pemerintah menjadi motor penggerak untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang bergerak membaik di tengah pandemi," jelasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id