Mendag: Titik Krisis Dampak Pandemi Telah Berlalu

    Ilham wibowo - 19 Oktober 2020 10:06 WIB
    Mendag: Titik Krisis Dampak Pandemi Telah Berlalu
    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto optimistis grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat pada sisa kuartal 2020. Kinerja perdagangan yang kembali pulih bakal terus berkontribusi positif.

    "Perkembangan kinerja ekspor maupun impor Indonesia pada Juli-September 2020 yang cenderung menguat merupakan indikasi kuat bahwa perekonomian Indonesia akan segera kembali pulih dan titik kritis dampak negatif pandemi covid-19 telah berlalu," kata Agus melalui keterangan resmi, Senin, 19 Oktober 2020.

    Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-September 2020 tercatat surplus USD13,51 miliar. Capaian tersebut bahkan telah melampaui kinerja 2017 yang hanya mencapai USD11,84 miliar atau nilai surplus tertinggi dalam lima tahun terakhir atau periode 2015-2019.

    "Sektor perdagangan luar negeri akan menjadi salah satu penopang membaiknya perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020," ungkap Agus.

    Perbaikan kinerja ekspor bulanan Indonesia sejak Juni hingga September 2020 sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian global. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada September 2020, nilai total ekspor Indonesia mencapai USD14,0 miliar. Angka tersebut sedikit di atas rata-rata nilai Januari-Maret yang sebesar USD13,9 miliar per bulan.

    Sementara itu, impor September 2020 tercatat sebesar USD11,6 miliar atau naik 7,7 persen dibandingkan Agustus 2020. Peningkatan impor diakibatkan oleh kenaikan impor bahan baku/penolong dan barang modal.

    "Peningkatan kedua kategori barang ini merupakan indikasi bahwa industri dalam negeri kembali bergeliat dan diharapkan mendukung kinerja eskpor pada bulan selanjutnya," paparnya.

    Sementara bahan baku/penolong yang mengalami peningkatan antara lain biji gandum, gula mentah, dan besi/baja paduan mengandung kromium. Selain industri manufaktur yang diperkirakan kembali pulih, sektor transportasi laut juga diperkirakan mengalami peningkatan.

    Secara kumulatif, nilai impor Januari-September 2020 mencapai USD103,7 miliar yang didominasi impor nonmigas sebesar USD93,1 miliar atau dengan pangsa sebesar 89,8 persen.

    Impor nonmigas periode Januari-September 2020 turun 16,0 persen YoY, sedangkan volume impornya turun 5,5 persen YoY. Hal ini mengindikasikan aktivitas perekonomian domestik yang mengandalkan pasokan dari impor tidak terkontraksi terlalu dalam.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id