Dorong Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Ajak Pengusaha Jerman Investasi di Indonesia

    Suci Sedya Utami - 19 Oktober 2020 19:31 WIB
    Dorong Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Ajak Pengusaha Jerman Investasi di Indonesia
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok. Kemenko Perekonomian.
    Jakarta: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pengusaha Jerman untuk berinvestasi di Indonesia sebagai bagian dari upaya memulihkan perekonomian Indonesia di tengah pandemi covid-19.

    Ia mengatakan pemerintah secara simultan mendorong pemulihan perekonomian nasional, di samping juga menekankan pentingnya penanganan dampak pandemi covid-19 dari aspek kesehatan. Pemerintah, kata dia, juga telah mengeluarkan berbagai stimulus fiskal dan nonfiskal untuk memulihkan kondisi ekonomi maupun kesehatan.

    Hal tersebut disampaikan Airlangga pada acara Asia-Pacific Conference of German Business (APK) yang digelar secara daring. APK merupakan pertemuan tahunan bagi perusahaan dan pelaku industri Jerman yang beroperasi di Kawasan Asia Pasifik.

    Ia mengatakan upaya-upaya yang dilakukan pun telah membuatkan hasil. Berdasarkan indikator ekonomi terbaru Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan antara lain Purchasing Manager’s Index (PMI) yang turun menjadi 28 poin sekitar Maret 2020, naik menjadi 51 poin pada Agustus 2020.

    Selain itu, konsumsi juga meningkat pada Agustus (ke -10,1), dan Neraca perdagangan Indonesia surplus USD5,4 miliar selama semester I-2020. Hingga Agustus 2020, surplus tercatat sebesar USD2,3 miliar.

    "Seiring dengan pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa kesehatan masyarakat tetap terjaga dan senantiasa akan ditingkatkan," kata Airlangga dalam acara tersebut, Senin, 19 Oktober 2020.

    Dalam kesempatan ini, ia mengapresiasi hubungan bilateral Indonesia-Jerman yang tetap  berada di lintasan pertumbuhan yang tepat sesuai Deklarasi Jakarta 2012.

    Meski terjadi pandemi, Indonesia dan Jerman berhasil mencatatkan nilai perdagangan USD3,6 miliar pada Januari-Agustus 2020. Indonesia juga mencatat investasi Jerman lebih dari USD1 miliar pada periode 2015-2020, dan ada sekitar 250 perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia.

    Dirinya meyakini saat ini merupakan waktu yang tepat bagi kedua negara untuk memanfaatkan momentum dalam meningkatkan kerja sama ekonomi. Apalagi, saat ini telah disahkan UU Cipta Kerja yang diklaim akan meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia.

    "Oleh karena itu, saya mengundang komunitas bisnis dan industri Jerman untuk menjadi mitra investasi kami dalam mendukung dan mengembangkan transformasi ekonomi Indonesia," ujar dia.

    Ia menambahkan, dengan berinvestasi di Indonesia, pengusaha Jerman tidak hanya bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki Indonesia, namun juga mendapatkan keuntungan dari lokasi strategis Indonesia di jantung pasar yang berkembang di Asia Timur dan Tenggara. Selain itu, yang terpenting akan menempatkan Jerman di garis depan dalam upaya kawasan menuju pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi.

    Lebih lanjut ia berharap ke depannya hubungan ekonomi bilateral yang lebih kuat dapat terjalin, dimulai dengan menjajaki peluang yang tersedia.

    "Sekali lagi saya mengundang para pebisnis Jerman untuk ambil bagian dalam membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan untuk kemakmuran bersama kedua negara kita," pungkas Airlangga.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id