Kuartal II-2020 BI

    Ekspor Sumbar Terkontraksi Cukup Dalam

    Antara - 28 Juli 2020 16:53 WIB
    Ekspor Sumbar Terkontraksi Cukup Dalam
    Ilustrasi ekspor. Foto : MI.
    Padang: Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatra Barat mencatat ekspor di provinsi itu mengalami kontraksi cukup dalam pada kuartal II-2020 sebagai dampak dari pandemi Corona Virus Disease (covid-19).

    "Pada April 2020 ekspor Sumbar terkontraksi 6,2 persen pada Mei 2020 semakin dalam menjadi minus 19,23 persen," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, dikutip dari Antara, Selasa, 28 Juli 2020.

    Ia menyampaikan hal itu pada diseminasi laporan perekonomian Sumbar Mei 2020 dengan tema Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata Sumbar di era adaptasi covid-19.

    Menurut dia ekspor Sumatra Barat sebesar 75 persen adalah CPO atau minyak kelapa sawit dan karet 14 persen. Kedua komoditas ini telah mengambil pangsa pasar ekspor lebih dari 80 persen.

    "Dua komoditas tersebut berperan pada perekonomian Sumbar kendati nilainya juga tidak terlalu besar dibandingkan Riau, namun memiliki andil penting," ujarnya.

    Ia melihat ke depan dua komoditas ekspor ke depan masih memiliki kecenderungan menurun baik volume maupun harganya.

    "Meski CPO mengalami penurunan harga namun masih menjadi komoditas primadona Sumbar untuk ekspor," kata dia.

    Apalagi saat ini perkebunan sawit di Sumbar mulai memasuki siklus peremajaan sehingga tiga atau empat tahun mendatang produksi meningkat.

    "Tantangan yang dihadapi untuk ekspor sawit adalah adanya penetapan biaya masuk dari Amerika Serikat," katanya.

    Pada sisi lain ia menilai saat itu produksi CPO berlebih dan untuk menyikapinya pemerintah menerapkan kebijakan memproduksi biodiesel agar bisa diserap dalam negeri.

    Kemudian di masa kenormalan baru industri kelapa sawit tetap diizinkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak ada PHK dan mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak secara ekonomi.

    "Sementara untuk ekspor karet juga masih mengalami penurunan sebagai imbas perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok," ujarnya.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id