Uji Klinis Vaksin Covid-19 Ditargetkan Rampung Akhir 2020

    Husen Miftahudin - 28 Juli 2020 15:38 WIB
    Uji Klinis Vaksin Covid-19 Ditargetkan Rampung Akhir 2020
    Ilustrasi - - Foto: Medcom
    Jakarta: PT Bio Farma (Persero) telah menerima dan mulai menguji klinis vaksin covid-19 dari Sinovac, Tiongkok. Hasil uji klinis tersebut diharap rampung pada akhir tahun ini.

    "Diharapkan di akhir 2020 nanti ini kita telah mendapatkan hasil dari uji klinis daripada vaksin yang diberikan bantuan dari Sinovac ini," ujar  Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dalam acara Kajian Tengah Tahun Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Selasa, 28 Juli 2020.

    Tiko, sapaan akrabnya, menyebutkan uji klinis vaksin covid-19 dari Sinovac ini dipimpin langsung oleh Prof Kusnandi dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Target tercepat selesai uji klinis adalah Desember 2020.

    Di samping itu, BUMN juga aktif melakukan kerja sama internasional untuk mencari akses kepada penemuan vaksin covid-19. Selain dengan Sinovac, Bio Farma juga bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

    "Bio Farma sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang manufaktur vaksin telah mendekati beberapa institusi untuk mencari akses kepada penemuan vaksin covid-19," papar dia.

    Terkait kerja sama dengan CEPI, Bio Farma telah mengajukan permintaan tech transfer covid-19 vaccine formulation. Bio Farma juga telah masuk ke dalam shortlisted potential manufacturer yang akan dibiayai oleh CEPI.

    Sebelumnya Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto mengungkapkan kerja sama vaksin covid-19 Indonesia dengan Sinovac merupakan rencana jangka pendek. Vaksin dari Tiongkok diperlukan sebelum Indonesia mampu memproduksi vaksin covid-19.

    "Kami mempertimbangkan wabah ini harus segera diselesaikan," kata Bambang dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk 'Vaksin China, Uji Klinis Bukan Kelinci Percobaan,' Minggu, 26 Juli 2020.

    Bambang menyebut saat ini vaksin covid-19 buatan Indonesia masih dalam tahap pengembangan. Sementara, dampak kesehatan akibat pandemi covid-19 terus berlanjut.

    Sehingga diperlukan vaksin dari Tiongkok untuk mempercepat penanganan korona. Menurut Bambang, Sinovac adalah salah satu dari ratusan lembaga pengembang vaksin covid-19 yang mumpuni.

    "Lebih dari 140 institusi penelitian dan pengembangan vaksin covid-19. Tapi di bawah 10 jari yang sudah masuk ke fase tiga," jelas Bambang.

    Bambang menyebut kerja sama tidak semata pembelian vaksin. Tapi juga kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi, supaya Indonesia bisa mengembangkan vaksin sendiri.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id