Covid-19 Buat Lompatan Besar dalam Transformasi Digital

    Antara - 25 Juni 2020 15:55 WIB
    Covid-19 Buat Lompatan Besar dalam Transformasi Digital
    Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Ilham Akbar Habibie. FOTO: ANTARA/Boyke Ledy Watra
    Jakarta: Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Ilham Akbar Habibie menilai pandemi covid-19 telah membuat lompatan besar dalam transformasi digital. Lompatan itu terekam di berbagai aspek kehidupan di Indonesia dan dunia.

    "Mungkin kita sudah menyadari kemajuan teknologi tersebut sejak lama, namun adanya covid-19 ini seperti mengalami lompatan besar yang membuat kita melompat beberapa tahun ke depan sehingga dengan segera kita melakukan hal tersebut. Kalau tidak, kita tidak bisa menjalankan hidup sesuai dengan keinginan," ujar Ilham, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 25 Juni 2020.

    Ilham ingin menekankan kembali terdapat sejumlah efek akibat pandemi covid-19. Salah satunya kehadiran teknologi, yang sangat jelas hadirnya teknologi daring atau online menjadi keniscayaan dalam kehidupan apapun, baik di bisnis, pendidikan, kesehatan maupun lain sebagainya.

    Lalu bagaimana keseimbangan antara dunia offline dengan online, atau online dengan onsite? Ketua Dewan Pembina tersebut menjawab saat ini belum mengetahuinya secara rinci dan ini yang kemungkinan disebut sebagai normal baru.

    "Kita sudah bisa membayangkan apa itu normal baru, namun kita belum berada sepenuhnya karena kita masih sangat terkungkung dengan adanya kondisi serta situasi saat ini akibat ancaman pandemi covid-19," kata Ilham Habibie.

    Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta seluruh gubernur, wali kota, dan bupati membuat rencana cadangan terkait penanganan covid-19. Mereka diminta menyiapkan lebih dari satu strategi untuk mengantisipasi kejadian tak terduga.
     
    "Siapkan plan A, plan B, dan plan C agar kita betul-betul siaga menghadapi situasi yang tidak terduga," kata Jokowi.

    Jokowi mengingatkan seluruh rencana tersebut harus berdasarkan data penelitian. Kepala daerah juga harus melibatkan peneliti dan pakar di bidangnya. "Setiap membuat kebijakan selalu merujuk pada data penelitian dan saran dari peneliti. Jangan membuat kebijakan tanpa mendengarkan saran dari para pakar, ini berbahaya," pungkas dia.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id