4 Komentar Pedas Ahok ke Direksi Pertamina dan Kementerian BUMN

    Suci Sedya Utami - 16 September 2020 21:51 WIB
    4 Komentar Pedas Ahok ke Direksi Pertamina dan Kementerian BUMN
    Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menuai kontroversi. Dirinya blak-blakan membuka 'borok' perusahaan minyak dan gas tersebut.

    Mengutip laman Youtube POIN, Rabu, 16 September 2020, Ahok membeberkan kekesalannya kepada Dewan Direksi Pertamina saat mengadakan rapat. Tak hanya itu, Ahok juga membeberkan kekesalannya terhadap Pertamina.

    Berikut empat ocehan Ahok soal Pertamina:

    1. Kilang Minyak Pertamina

    Ahok mengaku kesal dengan dewan direksi Pertamina saat rapat mengenai pembangunan kilang minyak yang tak kunjung selesai. Dalam rapat itu, Ahok pun terpancing emosinya.

    Menurut pengakuannya, hal itu sengaja dilakukan agar emosinya keluar sehingga dapat dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    "Saya lagi mau audit, cuma saya emosi juga nih. Mereka mau mancing saya emosi, kalau saya emosi dilaporkan Presiden apa? Ahok mengganggu keharmonisan," tutur Ahok.

    2. Bongkar Gaji Petinggi

    Ahok juga menyoroti sistem gaji di Pertamina. Dia berpendapat ada permainan manipulasi gaji di perusahaan pelat merah itu. Dia mencontohkan ada salah satu pegawai dicopot dari jabatannya, akan tetapi masih mendapatkan gaji yang sama dengan jabatan sebelumnya, bukan mengikuti jabatan yang baru.

    "Orang dicopot misalnya dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misalnya gaji Rp100 juta lebih, masa dicopot gaji masih sama alasannya dia sudah orang lama. Ya harusnya gaji mengikuti jabatan Anda. Tapi mereka bikin, gaji pokoknya gede-gede semua. Jadi bayangin orang kerja sekian tahun bisa gaji pokok Rp75 juta, dicopot enggak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila saja nih. Nah itu yang kita lagi ubah sistem kita," kata Ahok.

    3. Pertamina Terus Ngutang

    Selain itu, Ahok juga kesal dengan Pertamina karena utang Pertamina terus menggunung. Ini dilakukan agar dapat mengakuisisi ladang minyak di luar negeri.

    Menurut Ahok, Pertamina lebih baik menggarap atau melakukan eksplorasi terhadap lapangan-lapangan minyak di dalam negeri. Sebab, Indonesia masih memiliki 12 cekungan yang berpotensi menghasilkan minyak. Belum lagi ada 68 cekungan yang belum tersentuh.

    "Minjem duit, sekarang sudah utang USD16 miliar. Tiap kali otaknya pinjam duit saja nih, saya sudah kesal. Pinjam duit terus lo akuisisi terus lagi," ujarnya.

    4. Usul Kementerian BUMN Dibubarkan

    Tak tanggung-tanggung, Ahok mengusulkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibubarkan. Usul tersebut lantaran jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina, yang seharusnya bertugas mengawasi kinerja para direksi Pertamina, namun nyatanya dirinya bukanlah pengawas, melainkan sama halnya sebagai eksekutor.

    "Saya ini eksekutor, bukan pengawas sebetulnya. Komisaris di BUMN itu sebetulnya ibarat neraka lewat surga belum masuk," tegasnya.

    Adapun alasan ia mengibaratkan seperti itu karena semua keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang menentukan Key Performance Indicators (KPI) atau penilaian kinerja dewan komisaris dan direksi dilakukan di Kementerian BUMN.

    Maka dari itu, menurut dirinya Kementerian BUMN seharusnya dibubarkan dan membentuk semacam Temasek yakni penggabungan dari holding-holding BUMN yang akan menjadi superholding dan diberi nama Indonesia Incorporation.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id