Pembangunan Pelabuhan Patimban Dipercepat untuk Dorong Ekspor

    Suci Sedya Utami - 22 September 2020 13:44 WIB
    Pembangunan Pelabuhan Patimban Dipercepat untuk Dorong Ekspor
    Pelabuhan Patimban diyakini akan mendorong pertumbuhan ekspor dan industri manufaktur otomotif di Jawa Barat. Foto: MI/Reza Sunarya
    Jakarta: Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban di Pantau Utara, Jawa Barat sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan ekspor dan industri manufaktur otomotif di Jawa Barat.

    "Pelabuhan Patimban memiliki nilai investasi sebesar Rp43,22 triliun dan kebutuhan lahannya seluas 369,5 ha," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Selasa, 22 September 2020.

    Airlangga pun memaparkan progres konstruksi fisik proyek yang terletak di Subang tersebut hingga minggu kedua September 2020. Untuk dermaga dan reklamasi telah mencapai 81,98 persen, breakwater dan seawall  55,62 persen, access bridge 11,95 persen, dan access road 98,27 persen. Sementara untuk pengadaan tanah, access road mencapai 99 persen dan back up area sebesar 79 persen.

    Airlangga menuturkan Pelabuhan Patimban ditargetkan akan melaksanakan soft opening pada kuartal IV-2020 sehingga operator pelabuhan perlu ditetapkan secepatnya.

    "Presiden Jokowi menargetkan soft launching Pelabuhan Patimban ini bisa dilaksanakan karena seluruh konstruksi hampir selesai untuk Paket Pertama di November 2020. Paket keduanya ditargetkan di kuartal IV-2021 dan timeline akses keseluruhan akan beroperasi di 2023," ujar dia.

    Mengenai aksesibilitas menuju dan dari Pelabuhan Patimban, untuk saat ini hanya terhubung ke Jalur Pantura non-tol. Sementara jalan tol akses Pelabuhan Patimban yang terhubung dengan jalan tol Cikampek-Palimanan telah masuk ke tahap penetapan trase.

    "Jalan yang akan selesai pertama adalah trase dari Pelabuhan Patimban ke jalan akses Pantura 8,2 km. Sedangkan yang berikutnya, trase yang sudah diputuskan dan akan dibuat akses dari Pelabuhan Patimban melanjutkan akses ke tol Cipali yang diperkirakan akan memakan waktu dua tahun," tutur Airlangga.

    Airlangga menambahkan Presiden Jokowi juga memberi arahan untuk melakukan sinergi pengembangan Kawasan Industri sepanjang koridor utara Jawa seperti wilayah pusat pertumbuhan industri di Jawa ada wilayah pusat di Banten, terdiri dari Cilegon, Tangerang, dan Serang. Kemudian di Jawa Barat bagian Barat, yaitu Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang.

    "Lalu wilayah pengembangan industri di Jawa Barat bagian timur itu kawasan baru Rebana, serta tempat Pelabuhan Patimban yaitu Cirebon, Indramayu, dan Majalengka," sambungnya.

    Untuk wilayah Jawa Tengah, lanjut Airlangga, ada Batang, Kendal, Semarang, dan Demak. Sementara di Jawa Timur ada Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Bangkalan.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id