Ini 5 Provinsi dengan Penerima Subsidi Gaji Terendah

    Antara - 08 September 2020 13:44 WIB
    Ini 5 Provinsi dengan Penerima Subsidi Gaji Terendah
    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto: dok MI/Susanto.
    Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) merilis data provinsi dengan penerima subsidi gaji terendah. Ada lima provinsi di Indonesia yang masuk kategori ini.

    Lima provinsi ini adalah Nusa Tenggara Timur dengan 7.264 pekerja, Sulawesi Barat sebesar 5.980 pekerja, Sulawesi Tenggara 5.789 pekerja, Gorontalo 4.963 pekerja, dan Maluku Utara dengan 2.514 pekerja.

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) itu dilakukan karena pemerintah ingin melindungi, meningkatkan, dan mempertahankan ekonomi pekerja dari dampak pandemi covid-19.

    "Subsidi upah ini diharapkan mampu menjaga serta meningkatkan daya beli pekerja, dan mendongkrak belanja konsumsi sehingga menimbulkan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Ida, dikutip dari Antara, Selasa, 8 September 2020.

    Bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan untuk empat bulan itu masuk langsung ke rekening pribadi pekerja dan dapat dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan.

    "Akan lebih baik jika bantuan subsidi gaji/upah dibelanjakan produk-produk lokal dan UMKM. Dengan demikian industri lokal dan UMKM juga ikut bergeliat," jelas Ida.
     
     
     

    Provinsi Terbesar Penerima Subsidi Gaji

    Dia menuturkan DKI Jakarta sejauh ini menjadi provinsi dengan jumlah penerima subsidi upah terbanyak setelah dilakukan penyaluran subsidi tahap I dan II untuk total 5,5 juta pekerja.

    DKI Jakarta menjadi provinsi yang pekerjanya menerima bantuan subsidi upah (BSU) terbanyak dengan jumlah 1.071.414 pekerja atau sekitar 19,48 persen. Provinsi lain menduduki lima teratas penerima bantuan itu yaitu Jawa Barat (1.029.830 pekerja), Jawa Tengah (702.531 pekerja), Jawa Timur (560.670 pekerja), dan Banten (455.193 pekerja).

    Pemerintah mulai menyalurkan subsidi upah yang sampai saat ini sudah masuk dalam tahap kedua. Tahap I pemerintah menyalurkan kepada 2,5 juta pekerja dan Tahap II kepada tiga juta pekerja.

    Bantuan dengan total Rp2,4 juta itu ditargetkan dapat diberikan kepada 15,7 juta pekerja swasta dan pemerintah non-PNS dengan pendapatan kurang dari Rp5 juta.

    Data rekening pekerja didapat dan diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) yang kemudian diperiksa kembali oleh Kemenaker sebelum disalurkan. 

    (AHL)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id