Ganjar Tawarkan Jateng Jadi Laboratorium EBT

    Suci Sedya Utami - 20 Mei 2020 07:45 WIB
    Ganjar Tawarkan Jateng Jadi Laboratorium EBT
    Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Foto: Medcom.id/Fachri.
    Jakarta: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menawarkan wilayahnya untuk dijadikan laboratorium percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

    Hal tersebut diungkapkan Ganjar dalam sebuah webinar bertajuk green economic recovery, akselerasi pengembangan energi surya sebagai strategi pemulihan ekonomi Indonesia pascacovid-19. Ganjar mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menyiapkan masa depan Indonesia termasuk terkait energi.

    Ia mengaku telah mencoba untuk mengembangkan energi panas bumi (geotermal) di Jateng. Namun hal tersebut ditolak lantaran ketakutan seperti insiden lumpur Sidoarjo. Selain itu, di beberapa daerah seperti di Pantura juga telah digunakan energi panel surya untuk menerangi jalan. Namun yang terjadi setelah dipasangkan lampu penerangan jalan umum (PJU) tersebut tidak bertahan lama karena baterai dan komponennya banyak yang dicuri. Ia bilang tidak ada yang bisa merawai baterai tersebut.

    "Padahal ketika bicara energi matahari, saya kira perlu dioptimalkan dengan baik. Oleh karenanya momentum covid mesti dipakai untuk membalik cara berfikir, bahkan mengambil kebijakan politik yang tidak biasa. Maka kemandirian energy is a must ini wajib hukumnya," 'kata Ganjar, Selasa, 19 Mei 2020.

    Politikus PDI-Perjuangan ini mengatakan kehadiran covid-19 makin membuktikan perubahan terjadi sangat cepat dan mengakibatkan kelumpuhan ekonomi dan daya beli. Ia bilang jika covid-19 usai dan daya beli akan pulih di tahun depan, kata Ganjar, rasanya akan mendorong masyarakat untuk membeli barang yang murah.

    Menurut Ganjar, Indonesia harus memproduksi dan menjadi pemasok barang yang murah agar nantinya tidak diambil peluangnya oleh negara lain dan hanya menjadi pasar. Maka dia bilang, Indonesia bisa mempersipkan kekuatan di dalam negeri untuk mengantisipasi hal tersebut.

    "Pasti tahu negara mana yang menjual barang dengan harga murah. Maka saatnya dalam negeri bertindak. Dalam konteks energi surya ini apakah kira-kira kita tidak bisa sebenarnya membuat panel sendiri, apakah enggak ada material yang kita dapatkan dari dalam negeri (harus dari negara lain)," ucap Ganjar.

    Apalagi, kata Ganjar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang memprioritaskan para pelaku ekonomi kecil yang terdampak covid-19. Ia bilang kemiskinan di Jawa Tengah diprediksi akan bertambah lantaran ekonominya terjun bebas dari angka 5,4 persen yang didorong ke level tujuh persen, namun dalam kenyataannya di kuartal I hanya tumbuh 2,6 persen.

    Ganjar mencontohkan para pelaku ekonomi kecil di sektor pertanian dan perikanan, industri mikro kecil serta pariwisata yang paling banyak terdampak dan akan diprioritaskan. Semua itu, membutuhkan energi, terutama yang harganya murah agar tidak membebani.

    "Butuh energi yang murah. Mudah-mudahan kita bisa membuat sebuah arah kebijakan EBT. Saya akan tawarkan kalau ada rekomendasi yang bisa kita eksekusi, saya mau kok Jawa Tengah dijadikan laboratorium agar bisa didorong percepatan ini," jelas Ganjar.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id