Neraca Perdagangan April 2020 Defisit USD0,35 Miliar

    Ilham wibowo - 15 Mei 2020 10:34 WIB
    Neraca Perdagangan April 2020 Defisit USD0,35 Miliar
    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada April 2020 mengalami defisit sebesar USD0,35 miliar. Foto: Medcom.id/Husen M
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada April 2020 mengalami defisit sebesar USD0,35 miliar. Catatan tersebut disebabkan oleh defisit sektor migas dan nonmigas masing-masing USD243,8 juta dan USD100,9 juta.

    "Nilai ekspor kita pada April 2020 USD12,19 miliar, sementara nilai impor kita USD12,54 sehingga pada April ini kita mengalami defisit sebesar USD0,35 miliar," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan secara virtual, Jumat, 15 Mei 2020.

    Pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebutkan bahwa neraca perdagangan pada April 2020 masih lebih baik dibandingkan periode yang sama pada 2019. Angka defisit pada April 2019 jauh lebih dalam.

    "Meskipun kita mengalami defisit pada April 2020, kembali sebetulnya posisi ini masih lebih bagus dibanding kondisi April 2019. Karena pada April 2019 kita mengalami defisit USD2,3 miliar, defisit April 2020 jauh lebih landai dibandingkan defisit April 2019," paparnya.

    Kecuk melanjutkan, selama Januari-April 2020 neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus USD2,25 miliar. Catatan tert terjadi karena selama Januari-April 2020 total ekspor dari Tanah Air sebesar USD53,95 miliar.

    "Kalau kita bandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu ekspor kita naik 0,44 persen, sementara impor kita turun 7,78 persen dan menghasilkan nilai USD51,71 miliar," tuturnya.

    Kecuk menyebut surplus neraca perdagangan USD2,25 miliar periode Januari-April 2020 juga masih terbilang baik di tengah pandemi covid-19. Bahkan capaian ini lebih baik dari periode yang sama 2019 dengan defisit USD2,3 miliar.

    "Performa Januari-April 2020 masih jauh lebih bagus  apalagi kalau kita memperhatikan dampak covid-19," tuturnya.

    Ia menambahkan bahwa waspada tetap perlu diterapkan meskipun neraca perdagangan selama tahun berjalaan masih dalam catatan surplus. Pasalnya pandemi covid-19 diprediksi akan selesai pada waktunya yang cukup lama.

    "Harus kita waspadai penurunan impor bahan baku dan barang modal. Perlu kita waspadai dan cermati dari waktu ke waktu karena dampaknya ke sektor industri, perdagangan dan investasi cukup besar," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id