Pengusaha Was-was Ambil Kredit Modal Kerja di Masa Pandemi

    Fetry Wuryasti - 03 September 2020 21:51 WIB
    Pengusaha Was-was Ambil Kredit Modal Kerja di Masa Pandemi
    Ilustrasi - - Foto: Medcom
    Jakarta: Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan para pengusaha was-was dalam mengambil kredit modal kerja di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19.

    Penambahan kredit tersebut hanya akan menambah beban usaha jangka pendek.
    Kanrena itu, pelaku usaha enggan mengambil kredit lantaran proyeksi cash flow dalam jangka pendek tidak mampu memenuhi kewajiban kredit tersebut.

    "Kalau spekulasi cash flow-nya nanti meleset dan perusahaan tidak dapat membayar kewajiban, credit rating perusahaan akan memburuk. Akibatnya bisa terjadi masalah finansial baru dan juga backfire kepada profil kesehatan usaha dan valuasi perusahaan bila perusahaan mau mencari sumber modal lain, misalnya dengan merger atau corporate actions lain," jelasnya dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 3 September 2020.

    Menurutnya baru kredit modal kerja bagi UMKM yang berjalan dalam program pemulihan ekonomi nasional. Sebab, kredit bagi UMKM umumnya memiliki tingkat literasi finansial yang tidak memadai dalam memenuhi persyaratan administrasi.

    Karena itu, UMKM sangat tergantung pada bantuan pihak bank untuk mengurus pemenuhan persyaratan tersebut. Sedangkan korporasi menengah-besar belum memperoleh bantuan kredit selain restrukturisasi berdasarkan POJK 11 Tahun 2020.

    "Karena itu kami harap mekanisme pencairannya bisa lebih gencar lagi disosialisasikan ke UMKM dan prosesnya disederhanakan agar menjadi lebih lancar. Pada saat yang sama, stimulus lain dan pengendalian covid-19 juga harus memberikan output yang positif agar kepercayaan konsumsi masyarakat (setidaknya di level domestik) akan meningkat dan memberikan kepercayaan juga bagi pelaku usaha, khususnya skala UMKM, untuk mengambil kredit modal kerja," terang dia.

    Untuk konsumsi industri jangka pendek, Apindo memproyeksikan akan ada peningkatan konsumsi industri menjelang akhir tahun (kuartal ke IV/2020). Alasannya berasal dari dorongan peningkatan belanja pemerintah dan stimulus yang harus direalisasikan dari APBN sebelum tutup tahun.

    "Ini akan menjadi pendorong konsumsi yang lebih signifikan bila dibandingkan beberapa bulan terakhir," pungkas dia.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id