Cara Meraih Keringanan Listrik bagi Pelanggan Pra dan Pascabayar

    Suci Sedya Utami - 01 April 2020 21:33 WIB
    Cara Meraih Keringanan Listrik bagi Pelanggan Pra dan Pascabayar
    Ilustrasi. Foto : MI/PANCA SYURKANI.
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengatur mekanisme keringanan tarif listrik selama tiga bulan (April-Juni) bagi dua golongan pelanggan rumah tangga yang terdampak pandemi covid-19 di tanah air.

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menjelaskan masing-masing golongan yakni 450 volt amphere (VA) dan 900 VA subsidi terbagi dalam dua jenis pelanggan yakni reguler atau pascabayar yang pembayarannya dilakukan pada bulan selanjutnya serta pelanggan prabayar atau pengguna token listrik.

    Rida mengatakan untuk pelanggan prabayar 450 VA mekanismenya akan digratiskan atau tidak ada tagihan listrik sesuai dengan pemakaian daya. Sementara untuk prabayar 450 VA, kata dia juga akan digratiskan. PT PLN (Persero) telah memiliki profil data penggunaan atau pemaiakan listrik bulanan. Ia bilang ini akan dihitung berdasarkan data pemaianan paling tinggi dalam rata-rata tiga bulan terakhir.

    "Jadi di April tidak harus belanja listrik, tapi diberikan kilo watt per hour (kWh). sesuai penggunaan maksimum tiga bulan terakhir," kata Rida dalam virtual konferensi pers, Rabu, 1 April 2020.

    Sedangkan untuk pelanggan pascabayar 900 VA akan diberikan diskon sebesar 50 persen pada saat pembayaran di bulan berikutnya untuk tagihan penggunaan listrik di bulan ini. Misal, penggunaan listrik pada bulan April akan dibayarkan di awal Mei.

    Sementara untuk pelanggan prabayar 900 VA, diskon akan diberikan dalam bentuk gratis daya listrik (token) sebesar 50 persen dari penggunaan tertinggi dari perhitungan rata-rata tiga bulan terkhir.

    "Jadi intinya kedua golongan pelanggan ini tidak belanja listrik sebagaimana bulan sebelumnya. Yang 450 VA gratis, yang 900 VA bayar setengah. Berlaku tiga bulan ke depan," tutur Rida.

    Lebih lanjut dirinya mengatakan jika dalam perkembangannya masih dibutuhkan keringanan karena pandemi yang belum berakhir maka pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang pemberian insentif ini.

    Dalam kesempatan yang sama Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi mengatakan untuk pelanggan prabayar atau pengguna token, PLN sebenarnya telah memiliki pengalaman memberikan kompensasi pada saat terjadinya blackout (pemadaman) di tahun lalu.

    Ia bilang sudah ada aplikasi pencatatan untuk pemberian kompensasi tersebut. Artinya masing-masing identitas (ID) pelanggan telah terekam dalam database PLN. Misalnya pelanggan dalam tiga bulan terakhir pemakaiannya 100 kWh, maka akan secara otomatis akan dapat pembebasan 100 kWh atau diskon 50 persen dari 100 kWh tersebut.

    "Jadi saya rasa sudah cukup valid diimplementasikan pada saat blackout. Jadi masing-masing konsumen tinggal masukkan ID pelanggan saja, nanti dia sudah langsung click untuk dapat voucher," ujar Hendra.

    Rida menambahkan pihaknya akan menyiapkan sosialisasi tentang penggunaan aplikasi tersebut agar para pengguna token tidak bingung untuk mendapatkan keringanan listrik.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id