PGN Yakin Gugatan Arbitrase ke Petronas Bakal Menang

    Annisa ayu artanti - 06 Juli 2020 22:03 WIB
    PGN Yakin Gugatan Arbitrase ke Petronas Bakal Menang
    Foto: dok MI.
    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk meyakini pihaknya akan memenangkan gugatan arbitrase kepada Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML).

    Direktur Keuangan PGN Arie Nobielta Kaban mengatakan demikian meskipun putusan arbitrase tersebut baru akan keluar pada 2021. Ia menyebut kemungkinan PGN menang 70 persen.

    "Ada potensi, kesempatannya menurut lawyer kita cukup besar, sekitar 70 persen kita menang," kata Kaban dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI di Komplek Parlemen Senayan, Senin, 6 Juli 2020.

    Kaban menjelaskan, gugatan arbitrase Petronas ini merupakan buntut dari berhenti berproduksinya blok Muriah yang dioperasikan oleh PCML.

    Akibatnya, PGN mencatat penurunan nilai (impairment) atas pipa PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) sebagai transporter sekitar USD98 juta. KJG merupakan perusahaan joint venture antara PT Permata Graha Nusantara, anak usaha PGN dan PT Bakrie and Brothers Tbk dengan komposisi kepemilikan saham 80 persen dan 20 persen.

    "Jadi kita punya pipa KJG di Jawa Tengah, Semarang, Tambak Lorok. Nah pipa ini menghubungkan Blok Muriah dengan PLN. Blok Muriah ini 23 September 2019 berhenti beroperasi sehingga pipa ini secara accounting harus di-impairment," jelasnya.

    "Karena carrying value dan recover value lebih tinggi nilai bukunya. Jadi impairment sekitar USD98 juta," sebutnya.

    Lapangan Kepodang merupakan bagian dari wilayah kerja Muriah. Gas yang diproduksi di lapangan tersebut dialirkan melalui pipa menuju fasilitas penerimaan di darat. Kemudian gas disalurkan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok milik PLN.

    Namun pada 2017, Petronas menyatakan Lapangan Kepodang dalam kondisi kahar (force majeure). Salah satu penyebabnya adalah hasil temuan cadangan tidak sesuai dengan prediksi.

    Produksi lapangan tersebut pun dihentikan pada 23 September 2019. Dari penghentian produksi gas dari itu berakhir Gas Sales Agreement antara PCML dan PLN serta Gas Transportation Agreement antara KJG, PCML, dan PLN.

    Tahun lalu, melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PGN telah menginformasikan bahwa perusahaan mengajukan gugatan ke Arbitrase Internasional Chambers of Commerce (ICC) atas penghentian penyaluran gas dari Kepodang di wilayah kerja Muriah PCML.

    Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menjelaskan mengatakan atas penghentian penyaluran gas tersebut perusahaan berpotensi kekurangan laba bersih.

    "Adapun sebagai langkah mitigasi, PGN akan mengajukan Arbitrase International Chambers of Commerce (ICC) atas kewajiban ship or pay sebagaimana diatur di dalam Gas Transportation Agreement (GTA)," kata Rachmat.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id