Serikat Pekerja Tolak Rencana Kenaikan Tarif Cukai Rokok Tahun Depan

    Eko Nordiansyah - 02 September 2021 22:41 WIB
    Serikat Pekerja Tolak Rencana Kenaikan Tarif Cukai Rokok Tahun Depan
    Ilustrasi para pekerja di pabrik rokok - - Foto: Medcom



    Jakarta: Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) meminta Presiden Joko Widodo melindungi tenaga kerja di Industri Hasil Tembakau (IHT) dengan tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2022. Serikat pekerja menolak rencana kenaikan tarif CHT yang dinilai mengancam kelangsungan hidup dan kesejahteraan pekerja.
     
    Ketua FSP RTMM-SPSI Sudarto mengatakan langkah tersebut diambil setelah anggota RTMM SPSI sebagian besar pekerja IHT, khususnya di pabrik sigaret kretek tangan (SKT) mendengar bahwa pemerintah berencana menaikkan target penerimaan CHT pada Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2022 sebesar 11,9 persen menjadi Rp203,92 triliun. 
     
    "Anggota kami sebagian besar adalah pekerja SKT yang sebagian kini terpaksa dirumahkan dengan penghasilan yang tidak optimal akibat pandemi. Maka itu, RTMM meminta pemerintah untuk tidak memberikan beban tambahan lagi berupa kenaikan tarif CHT yang akan berdampak langsung pada industri tempat mereka bekerja," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 September 2021.
     
    FSP RTMM-SPSI sebelumnya telah menyurati Presiden Jokowi pada Rabu, 25 Agustus 2021 untuk menolak rencana kenaikan tarif CHT. Menurutnya, setiap kebijakan tarif CHT akan berdampak bagi sektor padat karya. Untuk itu, ia meminta pemerintah jangan mempersulit keadaan sehingga dengan tegas menolak kebijakan kenaikan CHT yang menekan tenaga kerja.
     
    Sudarto mengatakan, sejak tahun lalu ketika pemerintah menaikkan tarif CHT, pihaknya secara konsisten melakukan pemantauan terhadap kondisi tenaga kerja IHT. Berdasarkan pemantauan tersebut, RTMM berkesimpulan bahwa kenaikan tarif CHT pada tahun ini justru memperburuk keadaan di IHT yang berimbas ke tenaga kerja.
     
    "Kondisi yang memprihatinkan ini diharapkan dapat membuat Presiden tergerak hatinya untuk melindungi industri ini dari kenaikan tarif CHT. Kami berharap Presiden juga terketuk hatinya untuk memperhatikan 60 psrsen anggota serikat pekerja yang setiap tahun harus harap-harap cemas karena kenaikan tarif CHT," ungkapnya.
     
    Dalam hal ini, RTMM SPSI meminta agar pemerintah tidak menaikkan cukai SKT pada 2022 alias mempertahankan kenaikan cukai SKT nol persen seperti tahun ini. Tarif cukai SKT yang tidak naik pada tahun ini terbukti dapat membuat industri SKT dapat bertahan hidup karena selama 10 tahun terakhir, kinerja industri SKT terus merosot tajam.
     
    "Kenaikan cukai rata-rata rokok mesin 12,5 persen pada tahun ini pun merupakan kenaikan yang sangat tinggi, sangat mencekik industri dan tenaga kerja apalagi di tengah situasi pandemi yang menyulitkan ini. Terjadi penurunan produksi yang cukup tinggi di golongan tertentu," ujarnya. 
     
    Sudarto memohon agar Presiden mendengarkan aspirasi para buruh IHT.  Pasalnya serikat pekerja yang kini menaungi lebih dari 243 ribu tenaga kerja ini membutuhkan kepastian agar seluruh anggotanya mendapatkan perlindungan untuk terus dapat bekerja dan melanjutkan kehidupannya.
     
    Ia menjelaskan, setiap tahun para pekerja IHT harus mengalami ketidakpastian terkait kelangsungan kerja dan penurunan kesejahteraan akibat dampak regulasi yang ditetapkan. Pasalnya, kenaikan tarif CHT akan berimbas pada menurunnya jumlah permintaan, sehingga pabrikan melakukan efisiensi yang berimbas kepada pekerja. Belum lagi dampak pandemi covid-19 yang dirasakan saat ini.
     
    "Kami hanya berharap industri ini jangan dianaktirikan, tetapi diberikan peluang untuk tetap bertahan dan memberi manfaat bagi tenaga kerja IHT dan juga negara. Di sisi lain, kami juga berterima kasih karena pekerja rokok disebutkan sebagai salah satu penerima manfaat DBHCHT," pungkasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id