Populer Ekonomi Harian: Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Arif Wicaksono - 17 Oktober 2021 10:06 WIB
    Populer Ekonomi Harian: Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
    Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung menjadi berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id Sabtu, 16 Oktober 2021. Foto : MI.



    Jakarta: Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung menjadi berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id Sabtu, 16 Oktober 2021. PT KCIC menjelaskan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung (KCJB) hingga saat ini sudah mencapai 79 persen dan terus melakukan berbagai upaya sehingga target operasional KCJB di akhir 2022 bisa terwujud.

    Kemudian berita terpopuler lainnya datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan agar Bank Dunia dapat memimpin dan membangun koordinasi yang lebih kuat dengan lembaga keuangan internasional lainnya.

     



    Hal ini agar menciptakan kerja sama kebijakan global yang terpadu untuk mengatasi masalah-masalah global di tengah ketidakpastian akibat pandemi covid-19. Berikut rangkuman berita terpopuler Medcom.id kemarin di bawah ini.

    1. Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah 79%


    PT KCIC menjelaskan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) hingga saat ini sudah mencapai 79 persen dan terus melakukan berbagai upaya sehingga target operasional KCJB di akhir 2022 bisa terwujud.

    Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya  menuturkan saat ini PT KCIC bersama konsorsium kontraktor sedang berfokus untuk melakukan percepatan pembangunan di 237 titik konstruksi secara komprehensif.

    Berita selengkapnya di sini.

    2. Sri Mulyani Serukan Kerja Sama Global Dorong Pemulihan Ekonomi


    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan agar Bank Dunia dapat memimpin dan membangun koordinasi yang lebih kuat dengan lembaga keuangan internasional lainnya dalam memastikan kerja sama kebijakan global yang terpadu untuk mengatasi masalah-masalah global di tengah ketidakpastian akibat pandemi covid-19.

    Hal ini disampaikannya dalam pertemuan Komite Pembangunan (Development Committee) yang dihadiri oleh Presiden Grup Bank Dunia (WBG), Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) dan para Gubernur dari negara-negara anggota Grup Bank Dunia. Sri Mulyani mewakili negara-negara anggota konstituensi South East Asia Voting Group (SEAVG) yang terdiri atas 11 negara, termasuk Indonesia.

    Berita selengkapnya di sini.

    3. Erick Thohir: Petani Muda Ciptakan Keberlanjutan Sektor Pertanian


    Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi petani muda mengingat pemahaman mereka terhadap teknologi dapat menciptakan keberlanjutan dalam sektor pertanian.

    Erick mengatakan bahwa sekarang bukan eranya duduk diam dan hanya menunggu tapi harus dinamis. Maka dari itu dirinya senang ketika ada generasi muda yang terlibat dalam acara penanaman perdana jagung program Makmur di Lampung.

    Berita selengkapnya di sini.

    4. Gubernur BI Dorong Exit Strategy untuk Ekonomi Pulih Bersama dari Pandemi


    Pemulihan perekonomian global terus berlanjut, meskipun masih terdapat kesenjangan antar negara akibat perbedaan akses terhadap vaksin covid-19 dan ruang untuk dukungan kebijakan. Secara global, pemulihan menghadapi berbagai faktor risiko terutama kekhawatiran penyebaran varian Delta dan munculnya varian virus baru sehingga menimbulkan ketidakpastian.

    "Untuk itu, pentingnya pelaksanaan exit strategy yang well calibrated, well planned, dan well communicated untuk memastikan seluruh negara dapat pulih secara bersama-sama," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wajiyo dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2021 dilansir di Jakarta, Sabtu, 16 Oktober 2021.

    Berita selengkapnya di sini.


    5. Kemendag Dorong UKM Manfaatkan Lokapasar untuk Masuk Pasar Global


    Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha, khususnya usaha kecil, dan menengah (UKM) memanfaatkan lokapasar (marketplace) digital untuk menembus pasar ekspor. Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang cukup signifikan, telah membuka peluang perdagangan secara global.

    "Untuk itu, pelaku usaha, khususnya UKM harus memaksimalkan niaga elektronik untuk menembus pasar ekspor," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 16 Oktober 2021.

    Berita selengkapnya di sini.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id