comscore

Proses Geotagging Pos Jakarta Selatan Capai 95,31 Persen

Rosa Anggreati - 17 Mei 2022 22:14 WIB
Proses Geotagging Pos Jakarta Selatan Capai 95,31 Persen
Selain menyalurkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, PT Pos Indonesia juga ditugaskan melakukan perekaman lokasi rumah penerima bansos (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Jakarta: Selain menyalurkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, PT Pos Indonesia (Persero) juga ditugaskan melakukan perekaman lokasi rumah penerima bansos.

Perekaman lokasi rumah tersebut berupa geotagging dan memotret rumah keluarga penerima manfaat (KPM). Proses ini diperlukan sebagai validasi apakah KPM layak menerima bantuan atau tidak. Tugas ini ditunaikan dengan penuh tanggung jawab oleh petugas Pos, meski menemukan lokasi rumah KPM tak selalu mudah.
"Kendala mencari alamat rumah tidak mudah, akses jalan sempit, tidak muat motor. Kadang mesti berjalan kaki menuju rumah KPM. Solusinya, saya meminta bantuan atau kerja sama dengan pihak kelurahan, RT/RW untuk mencari rumah sesuai alamat," kata Ahmad Danuri, petugas juru bayar Kantor Pos Jakarta Flora.

Setibanya di lokasi rumah KPM, Ahmad mengecek danom berisi data rumah KPM untuk memastikan kesesuaian. Kemudian, ia membuka aplikasi, scan danom, dan memotret rumah.

"Proses geotagging rata-rata sehari 100 rumah KPM," kata Ahmad.

Selain menemui tantangan mencari rumah KPM yang tak mudah, Ahmad pernah mendapati kondisi rumah KPM sangat layak.

"Saya pernah menemukan rumah KPM sudah bagus, berlantai dua," katanya.

Proses Geotagging Pos Jakarta Selatan Capai 95,31 Persen
Executive General  Manager KCU Jakarta Flora, Mohamad Sarip (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Mengenai progres proses geotagging di Jakarta Selatan, tepatnya di KCU Jakarta Flora, telah mencapai 95,31 persen.

"Geotagging sudah 95,31 persen. Strategi kami yaitu dengan memperbanyak petugas juru bayar 150 orang," ujar Executive General  Manager KCU Jakarta Flora, Mohamad Sarip. 

Lebih lanjut dikatakan Sarip, Pos Indonesia layak untuk dipercaya pemerintah dalam menyalurkan bansos karena memiliki jaringan luas dan tersebar di seluruh Indonesia.

Proses Geotagging Pos Jakarta Selatan Capai 95,31 Persen
Onih, KPM dari Kelurahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

"Pos Indonesia layak dipercaya sebagai penyalur bansos karena validitas data terjamin, penyaluran tepat waktu dan sasaran, serta ada proses geotagging untuk memastikan penerima tepat sasaran," katanya.

Penerima bansos atau disebut KPM merupakan warga kurang mampu. Salah satunya, Onih. KPM dari Kelurahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, ini telah berusia lanjut dan mengalami gangguan penglihatan. Ia tak memiliki penghasilan, sementara butuh dana untuk pengobatan.

"Kegiatan saya sehari-hari mengurus rumah tangga. Saya ada penyakit diabetes dan darah tinggi. Alhamdulillah, senang terima bantuan dari pemerintah. Harapannya bisa terus menerima bantuan berupa uang untuk dipakai berobat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Onih.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id