comscore

Legislator: Kontribusi Ekonomi Kehutanan Tak Sebatas Penjualan Kayu

Media Indonesia.com - 30 Juni 2022 07:43 WIB
Legislator: Kontribusi Ekonomi Kehutanan Tak Sebatas Penjualan Kayu
Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi. Foto: Dok DPR
Jakarta: Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi menyatakan kontribusi ekonomi kehutanan jangan hanya dilihat dari penjualan kayu. Menurutnya, keberadaan hutan untuk menyokong sektor lain justru lebih besar.

"Kalau dilihat hanya dari penjualan kayu, maka kontribusi ke perekonomian nasional kecil, hanya 0,66 persen dari produk domestik bruto. Padahal kontribusi bagi sektor lain sangat besar. Itu harusnya yang dilihat," kata Dedi menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait ekonomi kehutanan, Rabu, 29 Juni 2022.
Pernyataan Dedi ini muncul setalah Sri Mulyani menyebutkan komposisi sektor kehutanan hanya Rp5 triliun terhadap PNBP. Kontribusi itu kecil dibandingkan dengan sektor lainnya.

Menurut Dedi, sektor kehutanan justru memberikan kontribusi penting penyediaan sumber air baku untuk industri. Untuk waduk yang bisa menghasilkan listrik. Bahkan menjadi sarana untuk industri, perikanan, sampai ke sektor wisata.

Menurutnya, jika semua itu dihitung secara ekonomi, maka nilainya akan sangat besar. Pegunungan tanpa ada hutan, lanjut dia, tidak akan lahir sumber air baku untuk PDAM dan lainnya.

"Contohnya Gunung Wayang. Tanpa ada hutan maka tak akan ada Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur. Dari hutan Gunung Wayang itu mengalir membentuk Sungai Citarum  yang menjadi bahan baku waduk," katanya.

Waduk Jatiluhur pun menjadi pembangkit listrik tenaga air. Nilai pasokan listrik dari Jatiluhur untuk Jawa dan Bali sangat besar nilainya. Lalu hasil budidaya ikan, setiap tahun juga sangat besar. 

Waduk Jatiluhur pun memasok bahan baku air sawah ke Karawang hingga Subang yang luas lahannya ribuan hektare. Nilai ekonomi dari itu sangat besar. 

"Penyangga beras nasional sangat bergantung pada daerah itu. Kalau pasokan air dari irigasi tak benar, maka akan terganggu ke proses produksi lahan," ujar Dedi.

Baca: Teten Fokus Kembangkan Model Bisnis Perhutanan Sosial via Koperasi

Dedi menggarisbawahi bahwa cara pandang atas kehutanan jangan sempit. Ada nilai ekonomi besar ke bidang lain dari kehutanan. Jika kawasan hutan rusak atau hilang, maka sektor lain akan terganggu atau lumpuh.

"Belum lagi sebagai penghasil oksigen yang nilainya juga sangat besar kalau dikonversi secara ekonomi. Maka, sektor kehutanan ini sangat strategis dalam pembangunan," ujar dia.

(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id