comscore

Jadi Presidensi G20, Indonesia Siap Ambil Peran Penting Pengembangan Energi Hijau

Husen Miftahudin - 14 Januari 2022 18:12 WIB
Jadi Presidensi G20, Indonesia Siap Ambil Peran Penting Pengembangan Energi Hijau
Presidensi G20 Indonesia. Foto : Medcom/Desi Angriani.
Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Nugraha Mansury mengatakan posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 menjadi momen penting untuk mendorong transisi energi hijau yang berkelanjutan. G20 Tahun ini menjadi momen untuk mendorong kebijakan transisi energi hijau yang berkelanjutan, efisien, mudah, terjangkau, dan konkret.

"Transisi energi yang berkelanjutan tak terelakkan. Hampir semua negara sudah memulai transisi energi hijau dengan bertahap mengurangi energi fosil," ujar Pahala dalam keterangan resminya, Jumat, 14 Januari 2022.

 



Pahala menegaskan bahwa langkah transisi energi harus dilakukan secara konkret, bukan lagi retorika. Dalam hal ini, Indonesia akan menyusun roadmap pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara konkret, beserta skema pembiayaan.

Beberapa langkah konkret lainnya yang dilakukan pemerintah adalah dengan mendorong terciptanya sistem perpajakan nasional untuk karbon. Indonesia, mulai 1 April 2022, akan mulai mengenakan pajak karbon, sesuai amanat Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

"Pemerintah juga mendorong berbagai proyek pembangunan yang sustainable dan hijau. Kementerian BUMN mendukung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang lebih hijau. Dalam RUPTL 2021-2030, porsi listrik dengan energi terbarukan (EBT) sebesar 51,57 persen atau setara 20.923 megawatt (MW)," ujarnya.

Kemandirian energi nasional

Untuk menghadirkan energi bersih dalam rangka terciptanya kemandirian energi nasional, dibutuhkan sumber energi lokal terutama EBT seperti geothermal. Sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca nasional.

Geotermal atau panas bumi merupakan energi andalan Indonesia karena bisa dijadikan baseload. Biaya penyediaan energinya pun lebih murah dibandingkan EBT yang lain, yakni hanya USD7,6 sampai USD8 sen per kWh.

"Bandingkan dengan baterai dari energi surya yang USD12 sen per kWh, jelas geothermal lebih murah. Sehingga, pemerintah menilai geothermal punya potensi unik untuk dikembangkan," imbuhnya.

Untuk itu, Pahala mendorong BUMN untuk mengoptimalkan pengembangan geotermal di wilayah kerjanya sendiri. Apalagi, saat ini baru sembilan persen wilayah kerja geotermal yang berproduksi dengan kapasitas hanya 1.900 MW.

"Kita masih punya potensi 19 GW. Kita dorong bagaimana agar Pertamina Geothermal Energy mengembangkan area geothermal," ucapnya.

Adapun PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengelola 15 wilayah kerja dengan kapasitas 1.877 MW. Dengan rincian 672 MW dioperasikan sendiri dan 1.205 MW merupakan kontrak operasi bersama. Untuk meningkatkan pemanfaatan panas bumi, saat ini PGE sedang mengembangkan teknologi baru  dengan menggunakan binary cycle.

Kementerian BUMN juga akan terus mendorong BUMN sektor energi memiliki kontribusi terhadap pencapaian dekarbonisasi agar Indonesia mampu menurunkan emisi 29 persen pada tahun 2030, sesuai Paris Agreement.

"PT Pertamina melalui Subholding Pertamina New Renewable Energy (PNRE) resmi terbentuk awal Agustus 2021. Lewat subholding ini, Pertamina akan pemimpin transisi energi di Indonesia," jelas Pahala.

Harapannya, Subholding PNRE bisa mewujudkan visi sebagai Indonesia Green Energy Champion, mencapai aspirasi kapasitas terpasang 10 GW di 2026, serta mendukung visi Pertamina menuju global green energy company.

Di sisi lain, Pahala juga mendorong sinergi kuat antara PNRE, PGE, dan PLN untuk menyediakan kebutuhan energi hijau di dalam negeri, serta mampu menangkap peluang ekspor dengan sumber daya yang melimpah.

"Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah optimistis target pencapaian bauran energi nasional dari Energi Baru Terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 dapat tercapai," tutup Pahala.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id