comscore

Musim Giling 2022, Gapgindo Bidik Produksi Gula 325 Ribu Ton

Ade Hapsari Lestarini - 09 Juni 2022 18:55 WIB
Musim Giling 2022, Gapgindo Bidik Produksi Gula 325 Ribu Ton
Ilustrasi. Foto: dok MI/Fransisco Carolio Hutama Gani.
Jakarta: Imbauan Presiden Joko Widodo untuk menggenjot investasi pabrik gula berbasis tebu mendapatkan respons positif dari para investor. Baik investor dalam negeri maupun luar negeri, berinvestasi membangun pabrik gula baru dan modern berbasis tebu di Indonesia.

Lima pabrik gula baru berbasis tebu dan berteknologi modern yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia ini pun membangun pabrik gula yang mulai beroperasi dalam kurun 2-3 tahun terakhir.
Kelima pabrik gula baru itu adalah PT PT Rejoso Manis Indo di Kabupaten Blitar dan PT Kebun Tebu Mas di Lamongan, Jawa Timur. Lalu, PT Pratama Nusantara Sakti di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan; PT Muria Sumba Manis di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur; dan PT Prima Alam Gemilang di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Total investasi yang dibenamkan kelima pabrik gula mencapai Rp20 triliun. Kelima pabrik gula rata-rata memiliki kapasitas giling tebu terpasang antara 8.000-12 ribu ton per hari selama lima bulan musim panen atau musim tebang tebu setiap tahunnya.

Diperkirakan, kelima pabrik gula beroperasi maksimal sesuai kapasitas giling terpasang pada 2024. Dengan tingkat rendemen antara 8-9 persen, kelima pabrik gula bisa memberikan kontribusi produksi gula kristal putih sekitar 600 ribu ton atau 20 persen dari produksi gula nasional.

"Dengan tingkat rendemen antara 7-8,5 persen, pada musim giling 2022 ini, kelima pabrik diharapkan bisa memproduksi gula sebanyak 325 ribu ton. Sejauh ini kelima pabrik menyerap tenaga kerja 40 ribu orang," ujar Koordinator Musyawarah Nasional I Gapgindo Syukur Iwantoro, Kamis, 9 Juni 2022.

Selama proses pembangunan sampai mulai berproduksi, kelima pabrik gula dipertemukan oleh kesamaan dan visi ke depan untuk bisa berkontribusi secara nyata bagi bangsa. Terutama untuk mendukung program pemerintah memenuhi kebutuhan gula nasional dari produksi domestik. 

Ini bisa dilakukan melalui berbagai inovasi teknologi, baik di tingkat on farm maupun off farm. Di level on farm seperti penataan sistem irigasi, perbenihan, teknologi budi daya, dan penanganan panen tebu. Sedangkan di off farm melalui diversifikasi produk secara vertikal dan proses produksi yang aman serta ramah lingkungan.

Di luar itu, kelima pabrik gula juga dihadapkan pada kesamaan "senasib sepenanggungan". Kelima pabrik berbasis sumber daya (resources based) ini rata-rata dibangun di wilayah terpencil. Kendala utama yang ditemui adalah terbatasnya infrastruktur pendukung, terutama infastruktur fisik.

"Untuk memastikan capaian visi besar di atas, kelima pabrik gula baru berinisiatif mendirikan wadah bersama. Wadah ini dinamakan Gabungan Produsen Gula Indonesia atau disingkat Gapgindo. Gapgindo dideklarasikan bersamaan dengan musyawarah nasional pertama pada Kamis, 9 Juni 2022," ujar dia.

Ke depan, Gapgindo terbuka bagi pabrik gula lain yang mempunyai visi yang sama untuk bergabung. Selain wadah mewujudkan visi, Gapgindo juga akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merajut asa, yakni membangun kembali kejayaan pergulaan di Bumi Nusantara.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id