Ahok Pantau Implementasi Digitalisasi Fuel Terminal Boyolali

    Ade Hapsari Lestarini - 08 April 2021 12:13 WIB
    Ahok Pantau Implementasi Digitalisasi <i>Fuel</i> Terminal Boyolali
    Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat memantau integrasi digitalisasi fuel terminal (FT) Boyolali, Jawa Tengah. Foto: dok Pertamina.



    Boyolali: Komisaris PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memastikan integrasi digitalisasi fuel terminal (FT) Boyolali, Jawa Tengah berjalan baik.

    Ahok bersama beberapa anggota Dewan Komisaris yang terdiri dari Ego Syahrial, Condro Kirono, dan David Bingei melakukan kunjungan kerja atau management walkthrough ke FT Boyolali pada Rabu, 7 April 2021.






    Pada kunjungan tersebut, Dewan Komisaris memastikan keandalan integrasi digitalisasi SPBU dengan FT Boyolali dalam menunjang keandalan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dari tangki penyimpanan di fuel terminal hingga disalurkan ke SPBU. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Sylvia Grace Yuvenna.

    Dalam arahannya, Ahok mengungkapkan integrasi digitalisasi tersebut merupakan salah satu upaya Pertamina dalam menghadirkan pelayanan yang optimal dan akurat kepada masyarakat dalam menyediakan kebutuhan bahan bakar.

    "Sistem pemantauan secara real time ini sangat penting untuk menjamin pelayanan dan kegiatan operasional penyaluran dan penerimaan BBM tidak terganggu," imbuh dia, dalam keterangan resminya, Kamis, 8 April 2021.

    Dirinya juga mengapresiasi implementasi digitalisasi yang telah dijalankan FT Boyolali sebagai percontohan dari fuel terminal lainnya.

    "Kami mengapresiasi kesiapsiagaan penyaluran BBM yang dijalankan FT Boyolali melalui sistem pengawasan pendistribusian yang telah berjalan dengan baik. Kami juga berharap agar sistem digitalisasi ini diterapkan diseluruh TBBM dan terintegrasi juga dengan digitalisasi SPBU," tuturnya.

    Sylvia mengungkapkan, program digitalisasi merupakan upaya Pertamina dalam memetakan seluruh aspek bisnis hilir agar mendapatkan data dan informasi secara real time, sehingga optimalisasi pelayanan, penyaluran dan kehandalan suplai akan terjamin.

    Selain itu, imbuh Sylvia, digitalisasi juga membantu Pertamina, mulai dari proses penyimpanan dan pengiriman di fuel terminal hingga diterima di SPBU dan dikonsumsi oleh masyarakat atau konsumen.

    "Penggunaan sistem digital membuat Pertamina lebih siaga dalam mengirimkan BBM tambahan ke SPBU, tanpa harus menunggu stok BBM habis (auto replenishment system), sehingga meminimalisir terjadinya kelangkaan BBM di SPBU," tutup Sylvia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id