Potensi PLTS Terapung di Indonesia Capai 28 Ribu GW

    Suci Sedya Utami - 03 Maret 2021 18:19 WIB
    Potensi PLTS Terapung di Indonesia Capai 28 Ribu GW
    Ilustrasi PLTS terapung. Foto: dok Sky Energi Indonesia



    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan fokus mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),  tidak terkecuali PLTS terapung sebagai upaya mengejar bauran energi baru terbarukan.

    Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan potensi PLTS terapung yang dibangun di atas waduk atau bendungan mencapai 28.197,6 megawatt (MW). Potensi tersebut tersebar di 211 waduk dengan potensi 6.348,1 MW dan 164 danau dengan potensi 21.849,5 MW.






    "Kita fokus dengan PLTS, karena sekarang bisa ditawarkan dengan harga murah terutama PLTS yang di-hybrid-kan dengan PLTA," kata Arifin dalam diskusi daring Peta Jalan Menuju Ketahanan dan Percepatan Transisi Energi Nasional, Rabu, 3 Maret 2021.

    Pembangkit hibrida yang dimaksud tersebut yakni pembangunan PLTS terapung di waduk atau danau yang juga terdapat pembangkit energi air (PLTA). Untuk potensi PLTS terapung yang dapat dikombinasikan dengan PLTA eksisting tercatat sebesar 12.055 MW di 28 lokasi. Rinciannya, potensi hibrida PLTS terapung dan PLTA sebesar 3.086 MW di 24 waduk serta 8.987,2 MW di empat danau.

    Adapun sebaran potensi hibrida PLTS Terapung dan PLTA tersebut yakni 7.150 MW di tiga lokasi di Sumatera, 26,7 MW di satu lokasi di Kalimantan, 2.919 MW di enam lokasi di Sulawesi, serta 39,4 MW di lima lokasi di Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. Sementara di Jawa, Madura, dan Bali potensi proyek pembangkit ini sebesar 1.919,6 MW di 13 lokasi.

    Menurut Arifin, dari hasil, beauty contest yang pernah digelar, harga listrik untuk proyek PLTS terapung di waduk yang terdapat juga PLTA bisa ditekan hingga hanya USD3,7 sen per kilowatt hour (kWh).

    Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana juga mengatakan pemasangan PLTS Terapung paling efektif dibangun di atas bendungan yang terdapat PLTA, sehingga satu sama lain bisa saling mengisi. Sebab, kata Dadan, umumnya hampir semua PLTA digunakan sebagai peaker saat beban puncak.

    "Umumnya peaker itu dilakukan pada sore hari, tidak dipakai 24 jam karena ketersediaan air terbatas. Siangnya diisi dengan PLTS," tutur Dadan.

    Dadan mengatakan proyek PLTS Apung yang telah direncanakan kapasitasnya sebesar 1.900 MW. Ia bilang besaran tersebut tersebar di 11 lokasi bendungan yang berada di Jawa.

    Adapun tujuh proyek PLTS Terapung yang sudah masuk perencanaan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 total kapasitasnya 612 MW. Rinciannya, PLTS terapung di Waduk Wonogiri dengan kapasitas 100 MW dan Waduk Mrica 60 MW di Jawa Tengah, di Waduk Sutami dan Wonorejo masing-masing 122 MW di Jawa Timur, Waduk Jatiluhur 100 MW, Saguling 60 MW di Jawa Barat, serta Danau Singkarak 48 MW di Sumatra.

    Selain PLTS Terapung, pemerintah juga menargetkan pengembangan PLTS Atap dengan kapasitas 2,1 gigawatt (GW) untuk dibangun fasilitas-fasilitas milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), industri, rumah tangga, gedung pemerintahan, dan sebagainya.

    Untuk PLTS skala besar ditargetkan bisa mencapai kapasitas 5.342 MW hingga 2030, yang tersebar di Jawa-Bali 1.863 MW, Sumatera 1.178 MW, Kalimantan 563 MW, Sulawesi 781 MW, Maluku 426 MW, Nusa Tenggara 389 MW, dan Papua 141 MW. Selanjutnya, kapasitas PLTS atap ditargetkan bisa mencapai 2.145 MW hingga 2030, yakni di bangunan dan fasilitas BUMN 742 MW, industri dan bisnis 624,2 MW, rumah tangga 648,7 MW, pelanggan PLN dan kelompok sosial 68,8 MW, dan gedung pemerintah 42,9 MW.

    Mengacu data Kementerian ESDM, kapasitas terpasang PLTS nasional diproyeksikan terus naik setiap tahunnya. Kapasitas PLTS ditargetkan mencapai 1.930 MW pada 2023, dan menyentuh 5.130 MW pada 2025. Selanjutnya, kapasitas PLTS nasional diproyeksikan mencapai 11.437 MW di 2030 dan menembus 17.687 MW di 2035.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id