RI Jadi Tujuan Investasi Favorit, Pemerintah Genjot Kemudahan Berusaha

    Eko Nordiansyah - 21 Maret 2021 11:38 WIB
    RI Jadi Tujuan Investasi Favorit, Pemerintah Genjot Kemudahan Berusaha
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok. Kemenko Perekonomian.



    Jakarta: Pemerintah terus mendorong kemudahan berinvestasi di Indonesia melalui perbaikan sistem kemudahan berusaha. Peningkatan keyakinan investor asing dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan optimisme terkait reformasi yang telah dilakukan pemerintah untuk mendukung kemudahan berusaha.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah inisiatif untuk mendorong kemudahan berusaha. Salah satunya adalah melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.






    "UU Cipta Kerja yang telah lengkap dengan seluruh peraturan pelaksanaannya, akan memberikan kepastian kemudahan berusaha dan memangkas perizinan yang panjang bagi investor sehingga meningkatkan kepercayaan investor," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 21 Maret 2021.

    Pemerintah akan terus mendorong promosi terkait kemudahan berinvestasi di Indonesia, dengan mengutamakan isu investasi dan pembangunan yang berkelanjutan. Digitalisasi juga akan memiliki peran penting dalam investasi dengan mengedepankan competitive advantage dari peluang investasi di tanah air.

    "Selain itu, kehadiran Indonesia Investment Authority (INA) juga membuka peluang investasi terutama terkait proyek infrastruktur untuk menunjang pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan," ungkapnya.

    Ia menambahkan, implementasi UU Cipta Kerja dalam kemudahan berusaha akan terus didorong. Pemerintah akan terus meningkatkan teknologi Online Single Submission (OSS) dan digitalisasi yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha.

    Sistem OSS yang terdiri dari sub-sistem informasi, perizinan berusaha dan pengawasan, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para investor dan harapan dunia usaha. Sistem OSS baru yang berbasis risiko (OSS RBA), diharapkan akan mulai implementasi awal di Juni 2021 dan secara penuh akan go-live di Juli 2021.

    "Dengan diterapkannya Sistem OSS akan lebih memudahkan para pelaku usaha dan terutama para pelaku UMKM, melalui sistem pendaftaran yang lebih mudah, tidak berbelit-belit dan bisa dilakukan secara daring," pungkas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id