Merger Gojek-Tokopedia Harus Jamin Data Pelanggan

    Eko Nordiansyah - 23 Februari 2021 14:09 WIB
    Merger Gojek-Tokopedia Harus Jamin Data Pelanggan
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Rencana merger antara dua perusahaan startup raksasa asal Indonesia, Gojek dan Tokopedia, membawa dampak terkait keamanan data pelanggan. Meski begitu, selama ini masing-masing pihak dinilai telah menunjukkan upaya perbaikan kebijakan perlindungan data pelanggan.

    Ketua Cyber Law Center Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Sinta Dewi Rosadi mengatakan telah ada upaya dari masing-masing pihak untuk meningkatkan keamanan perlindungan data pelanggan. Keamanan data ini tentu harus menjadi perhatian bersama.




    "Jangan sampai data pribadi pelanggan itu dibagi ke pihak lain. Perusahaan tersebut, seperti Gojek yang memegang data pelanggan yang besar, terlihat sudah memperbaiki kebijakannya terkait perlindungan privasi data pelanggan, dan itu bagus," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021.

    Merger atau penggabungan perusahaan di industri digital merupakan hal yang lumrah mengingat sektor usaha yang tergolong dinamis. Selama perusahaan menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola data, aksi merger seharusnya tidak berpengaruh terhadap hal keamanan data konsumen dan masyarakat.

    "Selain itu, data konsumen juga akan tetap aman selama dilindungi oleh regulasi yang harus dipatuhi oleh masing-masing perusahaan digital di Indonesia," ungkap dia.

    Ia menambahkan, tingkat keamanan sistem internal dan upaya perlindungan data nasabah merupakan hal yang saling berkaitan dalam hal menjaga reputasi perusahaan. Jika terjadi kebocoran data, maka hal itu akan mengurangi kepercayaan konsumen kepada perusahaan.

    Apalagi di Indonesia, menurutnya, regulasi terkait keamanan data nasabah belum sepenuhnya ada. Oleh karenanya, dalam kaitan merger Gojek dan Tokopedia ini ia melihat pentingnya kedua perusahaan memiliki standar keamanan perlindungan data pelanggan yang sama.

    Saat ini, kedua perusahaan telah memiliki fungsi keamanan data di bawah divisi Data Protection Officer (DPO). Bahkan Gojek memiliki Chief Information & Security Officer (CISO) yang diisi oleh ahli dan tenaga kerja mumpuni dengan kualifikasi internasional.

    Ke depan, Sinta menyarankan kedua perusahaan menambah posisi penting lainnya, yaitu Data Privacy Officer atau Information Privacy Officer. Tujuannya untuk memperkuat tata kelola internal, sehingga bisa memberikan perlindungan yang optimal kepada pelanggan.

    "Data Privacy Officer atau Information Privacy Officer ini nantinya bekerja seperti konsultan teknis yang akan memantau tata kelola di internal organisasi, mereka akan saling bekerja sama untuk menangani segala isu terkait keamanan data pelanggan sehingga perusahaan bisa menjaga kredibilitasnya," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id