Negara Jamin Chevron Balik Modal di Akhir Kontrak Rokan

    Suci Sedya Utami - 27 April 2021 16:24 WIB
    Negara Jamin Chevron Balik Modal di Akhir Kontrak Rokan
    Ilustrasi PT Chevron Pacific Indonesia (PCI) - - Foto: dok AFP



    Jakarta: PT Chevron Pacific Indonesia (PCI) membeberkan alasan berinvestasi di tahun terakhir masa kontrak di Blok Rokan. Padahal Blok Rokan segera dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Agustus 2021.
     
    Deputy Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Wahyu Budiarto mengatakan sebetulnya dalam kontrak bagi hasil (PSC) yang berlaku, di masa akhir kontrak kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas akan sulit untuk mendapatkan pengembalian dari modal yang telah dikeluarkan (cost recovery).

    KKKS baru akan balik modal dalam kurun waktu rerata tiga hingga lima tahun setelah investasi. Hal ini yang membuat KKKS akan berpikir ulang untuk investasi di masa akhir karena takut merugi.

     



    "Kalau di akhir kontrak dari investasi itu yang dikembalikan nggak sekaligus, kalau di kamis PSC yang dikembalikan tiga tahun," kata Budi dalam kunjungan ke Media Group, Selasa, 27 April 2021.

    Namun ada win-win solution yang ditawarkan negara melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang memastikan Chevron akan tetap balik modal meski melakukan investasi di akhir kontrak.

    Jaminan balik modal melalui cost recovery yang dipercepat tersebut tertuang dalam head of agreement (HOA) antara Chevron dan SKK Migas pada September 2020. Sehingga dengan investasi ini Chevron kembali melakukan pengeboran.

    "Di tahun lalu kami punya agreement dengan pemerintah sehingga kami investasi lagi melalui HOA di mana PSC kami diamendemen, sehingga uang yang kami keluarkan bisa dikembalikan," ujar Budi.
     
    Hingga kini Chevron telah mengebor 43 sumur dari rencana 192 sumur yang akan dibor. Berdasarkan data SKK, investasi yang dikeluarkan Chevron di akhir kontrak sebesar USD154 juta.

    Sedih kontrak berakhir

    Di sisi lain Budi mewakili seluruh pegawai di Chevron mengaku sedih kala pemerintah pada 2018 mengumumkan bahwa kontrak Blok Rokan selanjutnya diberikan PT Pertamina (Persero). Padahal saat itu pihaknya juga ikut mengajukan perpanjangan kontrak.

    Kendati demikian, Budi tetap menghargai keputusan pemerintah sebagai pemilik wilayah migas di Indonesia. Ia bilang demi menjaga reputasi Chevron yang telah 97 tahun beroperasi di Indonesia, maka Chevron pun turut aktif dalam proses transisi ke PHR dengan memberikan data mengenai geologi dan geofisika, perizinan, prosedur standar operasional (SOP), fasilitas produksi, pertanahan, kontrak barang dan jasa, sumber daya manusia dan program pengembangan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk menekan laju penurunan produksi ketika nantinya telah berpindah tangan (handover) ke PHR.

    "Tentu saja niatnya mempertahankan produksi. Memang produksinya akan dinikmati di belakang setelah handover, tapi bagi kami ini kemenangan besar, ya reputasi Chevron sebagai perusahaan yang sudah lama di Indonesia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id