Menkop Teten Beri Tugas Baru ke LPDB

    M Iqbal Al Machmudi - 20 November 2020 15:32 WIB
    Menkop Teten Beri Tugas Baru ke LPDB
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meresmikan logo baru Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) sekaligus menandai lahirnya New LPDB sebagai wujud transformasi layanan yang berkualitas dan cepat.

    "Dulu ada kesan LPDB musuh koperasi. Itu dulu. Sekarang sudah berubah harus membantu koperasi," kata Teten melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 20 November 2020.

    Teten mengatakan logo baru LPDB menunjukkan pembenahan di dalam agar LPDB bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanannya dalam mendampingi dan mendorong koperasi untuk bisa berkembang.

    Dia mengharapkan LPDB memiliki pendekatan seperti perusahaan modal ventura yang tidak hanya sekadar melakukan penyaluran tetapi juga mendampingi koperasi agar cepat berkembang. Menkop UKM yakin semangat LPDB dalam melayani koperasi semakin besar setelah adanya logo baru.

    "Pak Pomo (Supomo, Dirut LPDB-KUMKM) kan punya latar belakang modal ventura, kita ingin seperti itu agar model usaha Ventura juga dapat diterapkan di LPDB," ujarnya.

    Teten juga menegaskan agar LPDB tidak hanya menyalurkan dana bergulir kepada koperasi-koperasi besar, tetapi juga mampu melihat koperasi yang punya potensi berkembang. "Saya pesan, Pak Pomo coba bikin semacam head hunter untuk mencari koperasi yang kecil namun memiliki potensi untuk berkembang," kata Menkop UKM.

    Dia mengemukakan koperasi di Indonesia yang jumlahnya 123 ribu banyak yang kecil-kecil. Jumlah koperasi itu sudah cukup dan jika perlu dimerger agar bisa mencapai skala bisnis atau skala keekonomian. Sebab, koperasi sejatinya adalah menjadi penghela ekonomi rakyat.

    Menkop UKM mengatakan sejak 2020, LPDB telah memberikan prioritas layanan dana bergulir kepada koperasi yang sehat dan terutama koperasi produksi. Menurutnya, ke depan harus diperkuat koperasi berbasis produksi, tidak hanya perdagangan semata. Jika hanya mengandalkan usaha perdagangan, sambungnya keuntungan yang diperoleh koperasi relatif kecil, sementara keuntungan yang jauh lebih besar diperoleh usaha besar yang memproduksi barang yang dijual koperasi.

    "Jika rakyatnya hanya disuruh dagang saja, ya keuntungan recehan, misalnya jual tepung dari usaha besar," ujar Menkop UKM.

    Karena  itu, penting usaha-usaha kecil bergabung dalam koperasi agar tak ada lagi petani-petani kecil atau nelayan perorangan. Koperasi nantinya bertindak selaku agregator dan konsolidator. Nantinya pemerintah melalui LPDB-KUMKM akan memperkuat koperasi sehingga mampu berkembang menjadi sebuah korporasi berbasis koperasi.

    "Jangan sampai petani berhadapan langsung dengan market. Coba lihat sekarang, petani bawang harus menjual sendiri, berhadapan dengan market atau tengkulak. Dibayarnya juga mundur, paling cepat 45 hari. Akhrinya tumbuh tengkulak-tengkulak. Belum lagi biaya produksinya diperoleh dari rentenir," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id