comscore

Ekspor Biji Kakao Jembrana Bali Tembus Pasar Mancanegara

Eko Nordiansyah - 01 Januari 2022 14:12 WIB
Ekspor Biji Kakao Jembrana Bali Tembus Pasar Mancanegara
Komoditas kakao Jembrana, Bali. Foto: dok. LPEI
Jakarta: Aroma khas biji kakao merupakan salah satu keunikan yang dimiliki komoditas kakao Jembrana, Bali dibandingkan kawasan lainnya di Indonesia. Terkenal dengan biji kakao fermentasi (fermented cocoa bean), Jembrana menjadi desa devisa pertama yang mendapat pendampingan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank.

Pelatihan dan pendampingan yang diberikan LPEI kepada para petani kakao, anggota dan pengurus koperasi yang tergabung dalam Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) merupakan cikal bakal Desa Devisa Kakao Jembrana yang berlokasi di Desa Nusasari, Kabupaten Jembrana, Bali.

 



"Di 2022 kami memiliki target setidaknya hasil produksi biji kakao fermentasi kering mencapai 75 ton. Kami juga sedang melakukan beberapa persiapan untuk ekspor ke Valrhona, Prancis," kata Ketua Koperasi KSS, I Ketut Wiadnyana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 1 Januari 2022.

Selama 2021, salah satu kendala kesulitan yang dihadapi para petani kakao di Jembrana adalah penurunan tingkat produksi. Hal ini dikarenakan oleh faktor perubahan iklim, terutama dampak dari fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan yang sangat tinggi sehingga mengakibatkan rontoknya bunga dan bakal buah yang layu karena curah yang tinggi dan kondisi kebun yang lembab.

Akibatnya, volume biji kakao kering fermentasi yang dihasilkan mengalami penurunan sangat signifikans dari 48 ton pada 2020 menjadi 24 ton pada 2021. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat juang para petani dan pengurus Koperasi KSS untuk terus mencari potential buyer dari luar negeri.

Tahun lalu Koperasi KSS berhasil melakukan ekspor ke sejumlah negara wilayah Eropa yaitu Belgia dan Belanda, Jepang, dan Amerika Serikat dengan total pengiriman mencapai 12,5 ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Koperasi KSS mendapatkan peluang untuk masuk ke pasar Amerika Serikat pada 2021.

"Peluang bagi kami di Koperasi KSS untuk bisa masuk ke pasar Amerika dan sekaligus juga tantangan yang dihadapi oleh Koperasi antara lainnya berkaitan dengan adanya pemenuhan aturan Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Tapi kami bangga karena mampu menembus pasar Amerika di tengah kondisi pandemi seperti saat ini," ujar dia.

Secara terpisah Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto menyampaikan, LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan melalui program jasa konsultasi tetap aktif melakukan pendampingan secara intensif terhadap Desa Devisa binaan untuk mencari solusi terhadap apapun kendala yang mereka hadapi meski di tengah pandemi.

"Semoga di 2022 komoditas Indonesia dapat terus meningkatkan daya saing di pasar global dan menghasilkan eksportir-eksportir baru melalui program Jasa Konsultasi LPEI," ungkapnya.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id