comscore

Indonesia akan Jawab Protes Jepang dan Korsel soal Larangan Ekspor Batu Bara

Antara - 10 Januari 2022 20:58 WIB
Indonesia akan Jawab Protes Jepang dan Korsel soal Larangan Ekspor Batu Bara
Ilustrasi batu bara. Foto: AFP/ Mohamed Abed
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan pemerintah akan menjawab secara resmi keberatan yang dilayangkan oleh Korea Selatan dan Jepang terkait pembatasan ekspor batu bara ke luar negeri.

"Nanti sore (hari ini) kita jawab atau besok," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 10 Januari 2021.

 



Adapun pelarangan ekspor batu bara ke luar negeri mulai 1-30 Januari 2022 dengan alasan untuk mengamankan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik nasional. Menurut Luhut, kebijakan tersebut akan secara bertahap dilonggarkan.

"Sekarang kita mulai longgarkan, sekarang lagi kita selesaikan hari-hari ini, hari ini atau besok," ungkap Luhut.

Namun demikian, Luhut tidak menjelaskan bagaimana rincian aturan pelonggaran tersebut. Ia bilang pembahasan aturan tersebut termasuk pembatasan ekspor mineral lain seperti emas dalam bentuk bahan mentah.

"Ada ada (pengumuman resmi), ini akan kita finalkan sekarang. (Aturan pembatasan ekspor) emas jgua sedang dikerjakan," tambah Luhut.

Pada Jumat lalu, Menteri Perdagangan Korea Selatan Yeo Han-koo diketahui mengadakan pertemuan darurat dengan Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi secara daring.

Menteri Yeo menyampaikan keprihatinan pemerintah Korsel atas larangan ekspor batu bara Indonesia dan sangat meminta kerja sama ke Indonesia agar pengiriman batu bara segera dimulai kembali.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Korea Selatan masuk dalam 10 negara tujuan ekspor batu bara Indonesia. Pada 2020, Korsel mengimpor 24,7 juta ton batu bara dari Indonesia sehingga kebijakan pelarangan ekspor batu bara oleh Indonesia membuat Korsel panik.

Selain Korsel, Jepang juga telah menyatakan keberatan pada Selasa, 4 Januari 2022, terkait pembatasan ekspor batu bara melalui Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji yang menyurati Menteri ESDM Arifin Tasrif. Dubes Kenji meminta agar pemerintah Indonesia segera mencabut larangan ekspor batu bara, termasuk ke negaranya.

Kebijakan pelarangan batu bara itu menurut Kenji, berdampak pada negaranya karena diputuskan secara tiba-tiba. Apalagi selama ini Jepang mengimpor 2 juta ton batu bara per bulannya dari Indonesia untuk industri di negaranya, termasuk pembangkit listrik dan manufaktur.

Apalagi saat ini di Jepang tengah musim dingin. Kebutuhan listrik semakin meningkat. Kondisi ini membuat investor yang tergabung dalam Jakarta Japan Club (JJC) khawatir.


Dubes Kenji menambahkan kadar batu bara yang dibeli oleh perusahaan Jepang lebih tinggi daripada yang dibakar oleh pembangkit listrik Indonesia. Artinya Kenji menyebut Jepang bukan merupakan faktor di balik kelangkaan batu bara Indonesia.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id