Ini yang Dikhawatirkan Menaker Jika Tetapkan Upah Minimum Terlalu Tinggi

    Nia Deviyana - 16 November 2021 21:28 WIB
    Ini yang Dikhawatirkan Menaker Jika Tetapkan Upah Minimum Terlalu Tinggi
    Menaker Ida Fauziyah. Foto: dok Kemnaker.



    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan kekhawatiran apabila upah minimum ditetapkan terlalu tinggi. Pertama, kata dia, akan berpotensi menurunkan kepercayaan investor pada sistem hukum Indonesia.

    "Selain itu, apabila ditetapkan lebih tinggi dari ketentuan, akan berpotensi terhambatnya perluasan kesempatan kerja. Kemungkinan terjadinya subtitusi tenaga kerja ke mesin juga akan lebih tinggi. Tentunya kita tidak berharap adanya PHK, karena ini memicu hal tersebut," ujarnya pada konferensi pers virtual, Selasa, 16 November 2021.

     



    Lebih lanjut, penetapan upah minimum yang lebih tinggi juga akan mendorong terjadinya relokasi dari lokasi yang memiliki nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) tinggi ke lokasi yang memiliki nilai UMK lebih rendah.

    Selanjutnya, akan memperbesar risiko tutupnya perusahaan karena saat ini banyak perusahaan mengalami situasi sulit akibat pandemi covid-19. 

    "Juga akan mempersempit kesempatan dialog terkait kesepakatan upah dan penerapan struktur skala upah," jelasnya.

    Upah minimum 2022

    Ida menyampaikan kenaikan upah minimum 2022 secara nasional rata-rata sebesar 1,09 persen. Angka tersebut berdasarkan simulasi data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).

    Ia menegaskan bahwa Gubernur harus menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) paling lambat pada 21 November 2021. Namun karena tanggal tersebut merupakan hari libur nasional maka penetapannya dilakukan paling lambat satu hari sebelumnya, yaitu 20 November 2021.

    Sementara untuk penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) harus dilakukan pada 30 November 2021, yang dilakukan setelah penetapan UMP.

    Selain itu, Ida juga mengungkapkan tidak ada lagi penetapan upah minimum berdasarkan sektor. Namun Upah Minimum Sektor (UMS) yang ditetapkan sebelum 2 November 2020 masih tetap berlaku hingga berakhir atau UMP/UMK daerah tersebut lebih tinggi.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id