comscore

Masuk Era New Normal, Industri Bisa Manfaatkan Otomatisasi Kolaboratif

Eko Nordiansyah - 09 November 2021 18:15 WIB
Masuk Era New Normal, Industri Bisa Manfaatkan Otomatisasi Kolaboratif
Ilustrasi teknologi robot - - Foto: dok AFP
Jakarta: Industri bisa memanfaatkan otomatisasi sebagai strategi bisnis di masa depan setelah pandemi covid-19 berakhir. Otomatisasi kolaboratif dirancang untuk bekerja bersama para karyawan, sehingga memberikan manfaat bisnis gabungan antara manusia dan robot.

Presiden Universal Robots Kim Povlsen mengatakan ketika perusahaan bergerak menuju masa new normal, ia menyaksikan tantangan rantai pasokan dan kekurangan tenaga kerja yang disebabkan oleh angkatan kerja yang menua dan pilihan karier yang berbeda.

 



"Orang-orang mulai mempertanyakan jenis pekerjaan apa yang harus dilakukan oleh manusia. Banyak pekerjaan di bidang manufaktur, perakitan, dan pemrosesan melibatkan pekerjaan yang membosankan, kotor, dan berbahaya," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 9 November 2021.

Ia menambahkan, otomatisasi kolaboratif membuat tren bagi orang untuk naik ke pekerjaan yang lebih menarik. Dengan implementasi robot kolaboratif, seseorang kini dapat menjadi operator cobot yang ahli, termasuk mengembangkan strategi inovatif dan solusi untuk tantangan bisnis.

"Bisnis dengan kreativitas dan keterampilan pemecahan masalah mereka. Perubahan ini mengarah pada kepuasan kerja yang lebih besar dan kemajuan karir. Di Universal Robots, kami berharap seseorang dapat bekerja dengan robot daripada diperlakukan seperti robot," ungkapnya.

Direktur Regional Asia Pasifik Universal Robots James McKew menceritakan kisah mengenai implementasi otomasi kolaboratif yang sukses di Asia Pasifik dan wawasannya tentang prospek regional. Ia menilai, mengoperasikan sebuah pabrik telah menjadi suatu tantangan di kawasan ini.

"Karena tenaga kerja yang menua. Gangguan pada rantai pasokan dan kekurangan bahan yang tiba-tiba yang disebabkan oleh pandemi covid-19, membuat produsen harus menghadapi transisi. Dengan semua manfaat yang dapat ditawarkan cobot seperti fleksibilitas," ujar dia.

Otomasi lebih dari sekadar memiliki robot di seluruh industri untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Saat ini, otomatisasi kolaboratif menawarkan peluang besar bagi bisnis yang siap untuk menerima tren yang berubah dan gelombang otomatisasi.

"Mulai dari keuntungan finansial hingga penciptaan lapangan kerja baru, cobot akan mendapatkan tempat dalam industri robotika. Sebagai pelopor di pasar robot kolaboratif dengan lebih dari 50 ribu cobot terjual, kami percaya bahwa cobot telah menjadi pendamping yang sempurna," jelas Povlsen.

Sementara itu, McKew mencontohkan Singapura yang telah menyerukan untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing sehubungan dengan pandemi. Menurut dia, pandemi covid-19 telah menyebabkan guncangan besar di seluruh perekonomian.

"Singapura memahami perlunya beradaptasi dengan new normal ini. Hal Ini menciptakan peluang untuk integrasi robot kolaboratif. Ke depan, cobot akan menjadi alat yang gesit untuk aktivitas reshoring, yang selanjutnya mendorong aplikasi kolaboratif di pasar ASEAN," pungkasnya.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id