Pupuk Indonesia Masih Kaji Lokasi Pembangunan Pabrik di Papua Barat

    Antara - 24 Juni 2021 14:58 WIB
    Pupuk Indonesia Masih Kaji Lokasi Pembangunan Pabrik di Papua Barat
    Pupuk Indonesia. Foto : MI/Safir.



    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) masih akan mengkaji lebih dalam terkait pemilihan lokasi pembangunan pabrik pupuk dan metanol di Papua Barat yang bertujuan untuk efisiensi produksi serta dilihat dari nilai ekonomi.

    Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan bahwa saat ini lokasi di Papua Barat yang dipertimbangkan yakni Bintuni dan Fakfak, dengan mengacu pada nilai keekonomian.

     



    "Kami juga sudah bicara dan didukung Menteri Investasi, karena beliau adalah putra daerah, jadi beliau akan mencarikan juga lokasi alternatif yang lebih murah dan ekonomis. Masalah lokasi ini kami akan kaji lebih dalam. Lokasi belum firm," kata Bakir, dikutip dari Antara, Kamis, 24 Juni 2021.

    Bakir merencanakan kapasitas amonia 2.500 Metric Ton Per Day (MTPD), urea 3.500 MTPD, dan metanol mencapai 3.000 MTPD. Proyek Bintuni akan dilaksanakan oleh PT Pupuk Kaltim. Khusus untuk proyek metanol, rencananya akan dilakukan secara joint venture dengan partner strategis, yang Pupuk Kaltim akan bertindak sebagai mayoritas.

    "Kebutuhan pendanaan untuk proyek Bintuni direncanakan dipenuhi dari rencana IPO (penawaran umum saham perdana, IPO) PKT," kata dia.

    Bakir mengungkapkan rencana IPO Pupuk Kaltim akan dilakukan pada kuartal kedua 2022 dengan total pendanaan yang didapat akan digunakan sebagai pengembangan pabrik pupuk di Papua Barat.

    Untuk suplai gas, Bakir menjelaskan pihaknya sudah mengajukan alokasi gas pada Januari 2021 kepada Kementerian ESDM. Untuk amonia urea sebesar 102 BBTUD, sementara metanol 99 BBTUD. Penandatanganan MoU gas dengan Genting Oil sendiri sudah dilakukan pada 17 Juni 2021 dengan target PJBG pada Desember 2021.

    "Alhamdulilah sudah dimediasi dengan baik oleh Kementerian ESDM dan SKK Migas, kami sudah negosiasi dan hasilnya cukup bagus. Harga gas yang disepakati antara PI dan Genting Oil untuk Amonia Urea dan metanol di angka USD3,6 plus formula. Cukup kompetitif," terangnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id