Berita Terpopuler Ekonomi, 5.000 Pekerja Pabrik Rokok Kehilangan Pekerjaan Paling Disorot

    Nia Deviyana - 21 September 2021 08:23 WIB
    Berita Terpopuler Ekonomi, 5.000 Pekerja Pabrik Rokok Kehilangan Pekerjaan Paling Disorot
    Ilustrasi. Foto: MI/Bagus Suryo



    Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Senin, 20 September 2021 terpantau menjadi perhatian para pembaca Medcom.id.
     
    Berita itu di antaranya sebanyak 5.000 pekerja pabrik rokok kehilangan pekerjaan. Pengurangan tenaga kerja, salah satunya dipicu naiknya tarif cukai.

    Empat berita lainnya juga masuk dalam daftar populer harian. Berikut rangkuman berita selengkapnya.

     



    1. 5.000 Pekerja Pabrik Rokok di Jawa Timur Kehilangan Pekerjaan

    Pemerintah diminta menunda rencana kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk tahun depan. Pasalnya, kenaikan tarif cukai ini berpotensi menyebabkan terjadinya pengurangan tenaga kerja dan serapan tembakau yang berkaitan langsung dengan Industri Hasil Tembakau (IHT).

    Baca berita selengkapnya di sini.

    2. Merger Indosat-3: Masa Depan Digital RI di Tangan Orang Terkaya Hong Kong?

    CK Hutchison, perusahaan unggulan milik miliarder Hong Kong Li Ka-shing, menggabungkan unit telekomunikasi Indonesia dengan Indosat di Indonesia. Adapun kesepakatan senilai USD6 miliar tersebut untuk mempercepat upaya digital di pasar terbesar di Asia Tenggara.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    3. Sah, Presiden Jokowi Restui Penggabungan BUMN Pangan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken tiga peraturan pemerintah (PP) mengenai penggabungan BUMN pangan sebagai proses menuju holding BUMN Pangan. Dengan begitu, merger BUMN klaster pangan ini akan memasuki tahapan terakhir.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    4. Soal Isu Bank Dunia Manipulasi Data EoDB Tiongkok, Bahlil Akui Ada yang Tidak Beres

    Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menanggapi adanya laporan yang menyebut bahwa Bank Dunia melakukan manipulasi data Ease of Doing Business (EODB). Ia menilai bahwa memang tidak selamanya data yang selama ini dianggap bagus pada kenyataannya juga bagus.
     
    Bahlil menceritakan, ia sudah mendapat adanya laporan manipulasi data Bank Dunia pada tujuh bulan lalu. Setelah itu, Bahlil langsung bertemu dengan perwakilan Bank Dunia pada Juli lalu untuk mengurus persoalan data EODB tersebut sehingga tidak merugikan bagi Indonesia.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    5. Pemerintah Catat 12,7 Juta Pelaku Usaha Mikro Sudah Terima Banpres Produktif

    Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Eddy Satriya mengatakan Program Banpres Produktif Pelaku Usaha Mikro (BPUM) 2021 telah disalurkan kepada 12,7 juta pelaku usaha mikro. Nilainya mencapai Rp15,24 triliun atau sebesar 99,2 persen dari pagu anggaran Rp15,36 triliun.
     
    Baca berita selengkapnya di sini.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id