Ratusan Hektare Sawah di Manggarai Barat Kekeringan, Kementan Ingatkan Ikut AUTP

    M Studio - 02 Agustus 2021 10:28 WIB
    Ratusan Hektare Sawah di Manggarai Barat Kekeringan, Kementan Ingatkan Ikut AUTP
    Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) melindungi petani dengan memberikan pertanggungan ketika gagal panen (Foto:Dok.Kementan)



    Jakarta: Ratusan hektare sawah di tiga kecamatan di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak bisa digarap akibat mengalami kekeringan. Kondisi ini terjadi di Kecamatan Komodo, Kecamatan Lembor Selatan, dan Kecamatan Boleng. Dalam situasi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) mengingatkan pentingnya petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan AUTP merupakan proteksi petani dalam menjalankan proses budidaya pertanian. AUTP penting untuk dimiliki setiap petani karena pertanian merupakan sektor yang rentan terhadap perubahan iklim dan serangan OPT (organisme pengganggu tanaman).

     



    "Dalam situasi apapun, pertanian harus tetap berjalan. AUTP melindungi petani dengan memberikan pertanggungan ketika mengalami gagal panen akibat perubahan iklim maupun serangan OPT," kata Mentan Syahrul melalui siaran pers, Senin, 2 Agustus 2021.

    Direktur Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan AUTP akan memberikan pertanggungan senilai Rp6 juta per hektare per musim jika petani mengalami gagal panen.

    Dengan begitu, petani akan tetap dapat berproduksi dan meningkatkan produktivitas pertanian mereka. "Petani akan memiliki modal untuk memulai kembali musim tanam ketika terjadi gagal panen. Artinya, AUTP ini menjaga tingkat produktivitas petani," tutur Ali.

    Di sisi lain, AUTP juga menjaga petani agar taraf kesejahteraan mereka juga terjaga. Ketika petani memiliki modal lagi untuk memulai usahanya dari pertanggungan AUTP, dengan demikian kesejahteraan mereka tak akan terganggu.

    "AUTP sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional yakni menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggenjot ekspor," ucap Ali.

    Bila petani berminat mengikuti program AUTP, Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan Indah Megahwati menjelaskan langkah yang harus ditempuh. Pertama, petani harus terlebih dahulu tergabung dalam kelompok tani.

    "Kemudian, mendaftarkan lahan yang akan mereka asuransikan sebelum berusia 30 hari," ucap Indah.

    Mengenai pembiayaan, Indah menyebut petani cukup membayar premi sebesar Rp36 ribu per hektare per musim tanam dari premi AUTP sebesar Rp180 ribu per hektare per musim tanam. Sisanya sebesar Rp144 ribu dibantu pemerintah melalui APBN.

    "Ada banyak manfaat dari keikutsertaan petani pada program AUTP ini. Tentunya, dengan biaya yang ringan," ujar Indah.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id